Microsoft Pernah ''Usir'' Jeffrey Epstein dari Xbox Live gara-gara Pelecehan
– Dibukanya Epstein Files kepada publik mengungkap serangkaian fakta baru.
Dalam berkas pengadilan tersebut diketahui bahwa Microsoft juga pernah "mengusir" pemodal asal Amerika Serikat (AS), Jeffrey Epstein, dari layanan online gaming Xbox Live pada 2013.
Berdasarkan beberapa dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) belakangan ini, ada sebuah e-mail yang memperlihatkan bahwa Microsoft secara resmi melarang Epstein mengakses Xbox Live.
Pemblokiran ini diinformasikan kepada Epstein pada 19 Desember 2013 lalu lewat sebuah email pemberitahuan kepada alamat pribadi Epstein, [email protected] dengan judul “Xbox LIVE – Notification of Enforcement Action”.
E-mail tersebut menyatakan bahwa hak akses akun Xbox Live Epstein telah ditangguhkan secara permanen. Sehingga, Epstein tak bisa lagi masuk ke layanan Xbox Live untuk bermain game secara online di konsol Xbox.
Microsoft menyebut alasan pemblokiran terkait pelanggaran kebijakan perilaku, termasuk pelecehan, ancaman, dan/atau penyalahgunaan terhadap pemain lain, yang dinilai “parah, berulang, dan/atau berlebihan”.
Baca juga: Dokumen Epstein Dibuka, Elon Musk dan Bill Gates Angkat Bicara
Meski e-mail ini bersifat standar dan tidak merinci tindakan spesifik pengguna, dokumen Epstein Files juga memuat e-mail lanjutan dari Xbox Live di hari yang sama yang memberikan penjelasan lebih rinci terkait pemblokiran.
Dalam email tersebut, Microsoft lanjut menegaskan bahwa pemblokiran dilakukan karena Epstein saat itu berstatus sebagai pelaku kejahatan seksual yang terdaftar di AS (registered sex offender).
Kebijakan ini berkaitan dengan inisiatif yang diikuti Microsoft pada 2012, bekerja sama dengan Jaksa Agung Negara Bagian New York, AS.
Dalam kebijakan tersebut, Xbox melarang pelaku kejahatan seksual terdaftar mengakses platform game online, guna meminimalkan risiko terhadap pengguna lain, khususnya anak-anak.
“Langkah ini didasarkan pada kemitraan Jaksa Agung New York dengan Microsoft dan perusahaan game online lainnya untuk menghapus pengguna yang dikategorikan sebagai registered sex offender dari layanan game daring,” tulis Microsoft dalam e-mail tersebut.
Akun dibuat 2012, diblokir setahun kemudian
Pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein (kiri) dan rekannya, Ghislaine Maxwell (kanan) saat menumpangi pesawat jet pribadi yang tak disebutkan tanggal dan lokasinya. File Epstein mencatut sejumlah nama besar dunia, seperti Donald Trump, eks Pangeran Andrew dari Inggris, Bill Gates, hingga Elon Musk.
Dokumen lain dalam Epstein Files menunjukkan bahwa akun Xbox Live Epstein dibuat pada 2012. Artinya, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun sebelum Microsoft mengambil tindakan pemblokiran permanen terhadap akun tersebut.
Epstein sendiri tercatat sebagai pelaku kejahatan seksual sejak 2009, setelah menjalani hukuman penjara selama 13 bulan atas kasus prostitusi dan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur.
Hingga kini, Microsoft belum memberikan pernyataan tambahan di luar dokumen yang tercantum dalam rilis Epstein Files tersebut.
Baca juga: Ini Isi Epstein File yang Catut Nama Bill Gates dan Elon Musk
Sebagaimana dirangkum KompaTekno dari Mashable, Epstein Files atau dokumen Epstein merujuk pada jutaan berkas hasil penyelidikan pemerintah AS.
Berkas-berkas ini dikumpulkan selama proses hukum yang berlangsung sejak 2019 lalu, dan baru saja dirilis ke publik oleh Departemen Kehakiman AS, untuk upaya transparansi publik, pada 30 Januari 2026 lalu.
Jutaan dokumen ini memuat catatan e-mail, dokumen internal, serta kesaksian yang berkaitan dengan jaringan sosial dan bisnis Epstein selama bertahun-tahun.
Beberapa sosok kenamaan muncul dan terkuak di Epstein Files, di antaranya seperti pendiri Microsoft bill Gates, Presiden AS Donald Trump, CEO Tesla Elon Musk, hingga mantan Presiden AS Bill Clinton.
Meski disebut di dokumen Epstein, sosok-sosok ini membantah keterlibatan dengan apa yang dilakukan Epstein selama ini, dan belum ada tindakan pidana juga bagi mereka yang disebut di Epstein Files.
Sejauh ini, hanya mantan kekasih sekaligus rekan Epstein, Ghislaine Maxwell, yang menjadi satu-satunya orang yang telah diadili dan divonis bersalah dalam kasus ini.
Tag: #microsoft #pernah #usir #jeffrey #epstein #dari #xbox #live #gara #gara #pelecehan