Hector Souto: Masih Terasa Sakit
- Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, masih merasakan kekalahan menyakitkan dari Iran di final Piala Asia Futsal 2026 Jakarta.
- Indonesia mencapai skor imbang 5-5 melawan Iran pada laga final sebelum akhirnya kalah adu penalti 4-5.
- Hasil 'runner-up' ini merupakan pencapaian terbaik sepanjang sejarah Indonesia di Piala Asia Futsal, menuju target Piala Dunia 2028.
Pelatih Timnas Indonesia Futsal, Hector Souto, mengungkapkan bahwa kekalahan dari Iran pada partai final Piala Asia Futsal 2026 masih meninggalkan luka mendalam. Laga puncak tersebut berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu lalu.
Perasaan itu disampaikan Souto melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Selasa (10/2/2026).
"Masih terasa sakit," tulis pelatih asal Spanyol tersebut.
Pada pertandingan final, Timnas Indonesia Futsal sempat tertinggal lebih dulu setelah Iran mencetak gol cepat. Namun, Garuda mampu bangkit dan berbalik unggul 3-1 sebelum Iran menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Indonesia kembali memimpin 4-3 di waktu normal, tetapi Iran lagi-lagi memaksa skor imbang 4-4.
Laga kemudian berlanjut ke babak tambahan waktu. Indonesia hampir memastikan gelar juara setelah mencetak gol untuk unggul 5-4 dua menit menjelang laga berakhir. Namun, Iran kembali menyamakan kedudukan menjadi 5-5 saat sisa waktu hanya satu menit.
Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu tendangan penalti. Pada fase tersebut, Indonesia harus mengakui keunggulan Iran dengan skor 4-5.
Souto mengaku masih sulit menerima hasil akhir pertandingan tersebut, mengingat gelar juara sempat berada dalam genggaman timnya.
"Saya masih tidak percaya sejauh apa kita telah melangkah dengan begitu kuat. Namun saya juga belum bisa memaafkan diri karena membiarkan sebuah final yang sudah ada di tangan kita terlepas," kata Souto.
Meski publik memberikan apresiasi besar atas perjuangan Timnas Indonesia Futsal, Souto menilai ada perasaan yang belum tuntas di dalam dirinya. Menurutnya, Indonesia memiliki kapasitas untuk keluar sebagai juara.
"Walaupun banyak yang memberi selamat, di dalam pikiran saya masih terasa bahwa kita seharusnya bisa melakukannya. Bahwa Indonesia pantas mendapatkannya," ucapnya.
Kekalahan tersebut menutup perjalanan bersejarah Indonesia di Piala Asia Futsal 2026. Prestasi runner-up menjadi pencapaian terbaik Timnas Indonesia Futsal sepanjang keikutsertaan mereka di ajang ini sejak pertama kali tampil pada 2002.
Ke depan, Souto ingin menjadikan momentum ini sebagai pijakan untuk terus meningkatkan level futsal Indonesia, dengan target besar lolos dan bersaing di Piala Dunia Futsal 2028.
"Kami ingin membawa kebahagiaan untuk seluruh negeri dan membuktikan bahwa futsal adalah olahraga masa depan ketika dijalankan dengan visi, perencanaan, dan keberanian," ujarnya.
"Dan kita sudah melihatnya. Kita sudah membuktikannya," tutup pelatih berusia 44 tahun kelahiran Chantada, Spanyol tersebut.
(Antara)