Usai Penggeledahan, Aktivitas di BGN Kembali Normal
- Aktivitas kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, kembali normal pada Kamis (4/6/2026) usai penggeledahan di kantor tersebut terkait kasus penyimpangan tata kelola program Makan Gizi Gratis (MBG).
Baca juga: Kejagung: Dadan Hindayana hingga Dua Eks Wakil Kepala BGN Bekerja Sama Atur Mitra SPPG
Berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah pegawai terlihat keluar-masuk gedung dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
Beberapa tamu yang memiliki keperluan dengan lembaga tersebut juga tampak datang dan diterima untuk masuk ke area kantor.
Meski demikian, suasana di pintu masuk kantor berbeda dibanding hari-hari sebelumnya.
Pengamanan terlihat lebih ketat. Gerbang utama di lembaga pelaksana program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu ditutup rapat dan dijaga petugas keamanan.
Baca juga: 3 Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka Korupsi, Program MBG Perlu Moratorium?
Setiap orang yang hendak memasuki gedung terlebih dahulu dimintai keterangan mengenai tujuan kedatangannya.
Setelah itu, petugas menentukan apakah yang bersangkutan dapat melanjutkan akses ke dalam kantor.
Prosedur tersebut berbeda dengan kondisi sebelum penggeledahan.
Biasanya, gerbang depan dalam keadaan terbuka dan pengunjung dapat langsung masuk ke area lobi sebelum melakukan registrasi di meja resepsionis.
Pada Kamis pagi, akses bagi awak media juga dibatasi.
Baca juga: Dadan Cs Diduga Dalangi Mark Up, Komisi IX DPR Mengaku Tak Pernah Dapat Laporan dari BGN
Sejumlah jurnalis yang datang ke lokasi tidak diperkenankan masuk ke dalam area gedung.
Petugas keamanan meminta mereka menunggu di luar kompleks kantor BGN.
Menurut petugas keamanan yang berjaga di gerbang kantor BGN, proses penggeledahan telah selesai dan aktivitas di dalam gedung sudah kembali berjalan normal.
Meski demikian, pihak keamanan diminta memperketat pengawasan terhadap akses keluar-masuk kantor.
“(Wartawan) memang tidak boleh masuk dulu,” kata seorang petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya, Kamis.
Baca juga: Di Balik Kasus BGN: Rapuhnya Sistem Merit Birokrasi
Petugas tersebut juga menyebut Kepala BGN yang baru ditunjuk, Nanik Sudaryati Deyang, belum terlihat datang ke kantor sejak penggeledahan berlangsung.
Hal yang sama berlaku bagi dua wakil kepala BGN yang baru, Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono.
“Karena memang belum dilantik. Mungkin nanti (masuk) setelah pelantikan,” kata dia.
Nanik ditunjuk menggantikan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN.
Sementara Agustina dan Trenggono ditetapkan sebagai wakil kepala BGN menggantikan Inspektur Jenderal Polisi (Purnawirawan) Sony Sonjaya dan Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Lodewyk Pusung.
Baca juga: Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Apa yang Didapat Kejagung dari Penggeledahan Kantor BGN?
Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).
Penggeledahan disebut mulai beberapa jam saja seusai Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN beserta dua Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.
Penggeledahan di kantor penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini berlangsung kurang lebih selama 15 jam sejak dimulai pada pukul 02.00 WIB dini hari.