Akhir Kisruh Cerdas Cermat MPR: Final Batal Diulang, Juri Masuk ''Blacklist''
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Pontianak, Kalbar pada Sabtu (9/5/2026).(YouTube/MPRGOID)
08:52
19 Mei 2026

Akhir Kisruh Cerdas Cermat MPR: Final Batal Diulang, Juri Masuk ''Blacklist''

Kekisruhan yang timbul akibat pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 2026 telah berakhir.

MPR memutuskan tak ada final ulang setelah jalan keluar yang mereka siapkan itu ditolak oleh dua peserta lomba, yakni SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.

"Mereka sama-sama mendukung untuk tidak perlu ada lomba ulang. Dan hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini," kata Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Akhir Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Final Ulang Ditolak 2 Sekolah

Meski final ulang urung digelar, MPR berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC 4 Pilar ke depannya.

Bahkan, juri yang melakukan aksi kontroversial pada LCC 4 Pilar kemarin, ke depannya tidak akan dilibatkan lagi.

"Termasuk mengevaluasi juri, tidak dilibatkan kembali. Oleh karena itu mungkin itu bisa menjadi jawaban terhadap kegiatan LCC yang sebelumnya menjadi kegaduhan di publik," ujar Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman.

Baca juga: MPR Putuskan Batal Gelar Final Ulang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kalbar 2026

"Yang jelas sampai dengan hari ini, kami tidak ada pembahasan mengenai sampai kapan (di-blacklist dari juri LCC). Tetapi yang jelas karena ini sudah menjadi sanksi sosial di publik," imbuh dia.

Akbar mengatakan, MPR telah membaca seluruh aspirasi masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat kontroversi dalam final LCC 4 Pilar Kalbar.

Aksi juri yang menyalahkan jawaban SMAN 1 Pontianak, tetapi membenarkan SMAN 1 Sambas, dinilai sangat melukai hati masyarakat.

Pakar hukum jadi juri

Menurut Abraham Liyanto, dewan juri untuk LCC 4 Pilar tidak akan melibatkan unsur internal MPR lagi ke depannya.

Sebab, kata Abraham, dewan juri pada LCC 4 Pilar selanjutnya akan berasal dari pakar hukum tata negara.

"Dewan juri kita akan melibatkan pakar hukum tata negara di setiap provinsi," ujar Abraham.

Selanjutnya, MPR juga meminta anggota MPR dari masing-masing dapil untuk hadir jika ada LCC 4 Pilar yang diselenggarakan di suatu provinsi.

Abraham menyebutkan, kehadiran anggota MPR diperlukan untuk memberikan semangat kepada anak-anak sekolah yang bertanding.

"Jadi, 732 anggota, apabila ada kegiatan lomba cerdas cermat itu di tingkat provinsi tersebut, maka semua anggota yang mewakili dapil itu kalau bisa hadir memberikan support, tetapi tidak boleh menjadi juri," kata dia.

Baca juga: Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Diberi Sanksi Sosial dan Tak Boleh Terlibat Lagi

Josepha ditawari jadi duta LCC

Sementara itu, pimpinan MPR akan terbang ke Pontianak untuk menawarkan Josepha Alexandra (Ocha) menjadi duta LCC.

Ocha merupakan murid SMAN 1 Pontianak yang viral karena memprotes keputusan juri yang merugikan timnya,

"Besok pimpinan Badan Sosialisasi dengan Kesekjenan akan terbang ke Pontianak, dan mudah-mudahan juga Adik Josepha, karena ini salah satu aspirasi dari teman-teman juga menginginkan agar Adik Josepha bisa menjadi duta LCC," ujar Akbar.

Baca juga: Wakil Ketua MPR Tawarkan Josepha Ocha Jadi Duta Cerdas Cermat 4 Pilar

"Jadi besok, dari Kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut, mudah-mudahan bisa diterima," sambung dia.

Akbar mengatakan, duta LCC 4 Pilar untuk Ocha ini baru bersifat tawaran, bukan berarti akan dinobatkan besok.

"Bukan penobatan, tetapi akan kita sampaikan apakah yang bersangkutan berkenan," kata dia.

Tag:  #akhir #kisruh #cerdas #cermat #final #batal #diulang #juri #masuk #blacklist

KOMENTAR