Wamenkes Ungkap Pemicu 72 Siswa SD Keracunan MBG di Duren Sawit
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus dalam Konferensi Pers Hari TB Sedunia 2026 di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)
13:06
6 April 2026

Wamenkes Ungkap Pemicu 72 Siswa SD Keracunan MBG di Duren Sawit

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, salah satu pemicu kasus keracunan MBG di SD di Duren Sawit adalah proses pembuatan makanan.

“Sudah tinjau lapangan langsung, sehingga juga SPPG yang melakukan, ternyata itu adalah proses pembuatan makanannya terlalu lama,” kata Paulus saat ditemui di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf usai adanya temuan 72 siswa sekolah dasar (SD) di Duren Sawit, Jakarta Timur, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Waka Komisi IX Minta SPPG Penyebab Keracunan Siswa di Pondok Kelapa Ditutup Permanen

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangan pers, Sabtu (4/4/2026).

BGN memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta langsung menghentikan operasional dapur terkait.

“Kami juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik.

Lebih lanjut, Nanik menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional SPPG tersebut.

“Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," tegas Nanik.

Baca juga: BGN: SPPG Pondok Kelapa Sebabkan Keracunan 72 Siswa Belum Miliki Dapur dan IPAL Sesuai Standar

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut para siswa diduga keracunan usai menyantap makanan yang berasal dari satu dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

“Makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa 2,” ujar Pramono usai menjenguk korban di RSKD Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026).

Menu yang disajikan saat itu adalah spageti bolognese, scramble egg tofu, bola-bola daging, sayuran campur, serta buah stroberi.

Usai menyantap menu tersebut, para siswa mengalami sejumlah gejala keracunan seperti mual, muntah, diare, demam, hingga nyeri perut.

Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar.

Tag:  #wamenkes #ungkap #pemicu #siswa #keracunan #duren #sawit

KOMENTAR