Mensos Ungkap 15 Juta Warga Mampu Tercatat sebagai Penerima BPJS PBI
Ilustrasi BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan PBI Nonaktif, Peserta Masih Bisa Aktif Lagi dengan Cara Ini(Shutterstock/sukarman S. T)
11:34
9 Februari 2026

Mensos Ungkap 15 Juta Warga Mampu Tercatat sebagai Penerima BPJS PBI

- Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap, 15 juta lebih warga yang tergolong dalam desil 6 sampai 10 tercatat sebagai penerima Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Desil 6 sampai 10 sendiri artinya adalah masyarakat Indonesia yang tergolong menengah sampai kaya.

Data tersebut disampaikan Gus Ipul dalam rapat konsultasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Mensos Tegaskan Tak Kurangi Jatah Penerima BPJS Kesehatan PBI, tapi Direlokasi

Rapat tersebut turut diikuti oleh pimpinan DPR, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti.

"Desil 6 sampai 10 dan non-desil, mencapai 15 juta lebih, di mana yang lebih mampu terlindungi," ujar Gus Ipul dalam rapat, Senin.

Justru sebaliknya, sekitar 54 juta masyarakat yang tergolong dalam Desil 1 sampai 5 justru tidak terdaftar sebagai PBI BPJS Kesehatan.

Baca juga: Dasco Panggil Mensos, Menkes, hingga Purbaya Bahas Kisruh BPJS PBI

Pengertian desil 1 sampai 5 sendiri adalah desil 1 (sangat miskin), desil 2 (miskin), desil 3 (hampir miskin), dan desil 4 (rentan miskin).

"Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih," ujar Gus Ipul.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengakui bahwa Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial (Kemensos) belumlah sempurna.

Baca juga: Penonaktifan BPJS Kesehatan PBI, Kenapa Bisa Terjadi?

Terlihat pada 2025, di mana Kemensos hanya mampu memverifikasi sekitar 12 juta keluarga, padahal seharusnya lebih dari 35 juta keluarga.

"Maka itulah kita kemudian kerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Tetapi saya rasa itu masih belum cukup, dan seharusnya harus ada lagi suatu upaya yang lebih nyata sehingga data kita makin tahun makin akurat," sambung Gus Ipul.

Dampaknya, terdapat pengalihan secara bertahap dari bulan Mei 2025 sampai Januari 2026 oleh Kemensos, yang membuat inclusion dan exclusion error turun signifikan.

Baca juga: Jaminan BPJS Kesehatan untuk Peserta PBI: Tetap Bisa Berobat meski Dinonaktifkan

Exclusion error adalah orang yang seharusnya mendapatkan PBI tapi tidak mendapatkan PBI. Sementara inclusion error adalah orang yang seharusnya tidak mendapatkan PBI malah justru mendapatkan PBI.

"Jadi alhamdulillah sebenarnya kalau kita berpedoman pada desil, error-nya semakin kecil. Masih ada yang di atas desil 5 dan desil belum di-ranking karena hasil reaktivasi termasuk 6.000 penderita penyakit katastropik dan bayi baru lahir yang seharusnya di-cover oleh PBI JK," jelas Gus Ipul.

Tag:  #mensos #ungkap #juta #warga #mampu #tercatat #sebagai #penerima #bpjs

KOMENTAR