Ketua MPR: Bangsa Ini Berutang kepada NU
Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat memberikan sambutan dalam acara Harlah ke-100 NU, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
13:26
31 Januari 2026

Ketua MPR: Bangsa Ini Berutang kepada NU

- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut bangsa Indonesia berutang kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Mulanya, ia menegaskan bahwa NU ikut berperan dalam menyelamatkan bangsa baik sejak masa kemerdekaan hingga saat ini.

"Barangkali itulah yang menyebabkan kita masih kuat, barangkali itulah yang menyebabkan kita masih bersatu, dan barangkali itulah yang menyebabkan kita masih kuat sampai sekarang dalam menghadapi berbagai macam ujian. Itu sebabnya bangsa ini berutang kepada NU," ucap Muzani saat memberikan sambutan dalam acara Harlah ke-100 NU, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Prabowo Batal Hadiri Harlah Ke-100 Tahun NU, Apa Alasannya?

Menurut Muzani, NU terus tampil menyelamatkan bangsa Indonesia.

Selain itu, NU juga berperan membantu berbagai macam bencana yang terjadi di Tanah Air.

"Tsunami di Aceh, berbagai macam bencana di Pulau Jawa, di Sumatera, di Sulawesi, kiai-kiai lah yang menenangkan rakyatnya. Kiai-kiai lah yang menenangkan umatnya bahwa bencana ini datang dari Allah, bahwa bencana ini adalah ujian kesabaran, bahwa bencana ini sebagian dari ujian kekuatan kita," ujar Muzani.

"Maka rakyat pun tenang, rakyat pun sabar menerima bencana ini bagian dari kehidupan kita yang harus kita terima sebagai bagian dari yang datang dari Allah," sambungnya.

Baca juga: Harlah NU 2026, Menag Bicara soal Political Shock hingga Economic Shock

Muzani juga menyoroti doa-doa para kiai NU terhadap keselamatan bangsa dan negara.

"Doa terhadap bangsa dan negara yang disampaikan oleh para kiai disampaikan dengan berbagai macam cara ada istighosah, ada yasinan, ada tahlilan, ada zikir, ada salawatan. Semua doa dilakukan untuk keselamatan bangsa dan negara," ucap dia.

Lebih lanjut, Muzani meminta NU harus kuat.

Sebab, jika NU kuat, tentunya Indonesia akan kuat.

NU dan Kekuatan Indonesia

Muzani yang merupakan politikus Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa kekuatan NU ada pada organisasinya dan masyarakat NU sendiri. 

"Kenapa negara perlu NU kuat? Kalau NU kuat, Indonesia akan kuat. Bagaimana caranya NU kuat? NU kuat itu apabila jam'iyah NU itu kuat. NU kuat itu apabila jemaah NU itu sehat. NU kuat itu apabila jemaah NU itu kenyang. NU kuat itu apabila jemaah NU itu ada pekerjaan. NU kuat itu apabila jemaah NU itu dompetnya tebal," tegasnya.

Indonesia dapat mencontoh NU, organisasi yang lahir sebelum Indonesia merdeka. Indonesia juga akan kuat apabila rakyatnya sehat.

"Indonesia akan kuat apabila rakyatnya bekerja, Indonesia kuat apabila ada sehat, pikirannya sehat, otaknya cerdas, kerjanya ada. Dan itulah yang dimaksud saya kira dengan doa kita, Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah," lanjutnya.

Tag:  #ketua #bangsa #berutang #kepada

KOMENTAR