Bertemu Ketua Parlemen Korsel, Puan Singgung Aksi Heroik WNI Selamatkan Lansia
Ketua DPR RI Puan Maharani saat bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Republik Korea Woo Won-Shik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026). (Dok. DPR RI)
16:54
22 Januari 2026

Bertemu Ketua Parlemen Korsel, Puan Singgung Aksi Heroik WNI Selamatkan Lansia

- Ketua DPR RI Puan Maharani sempat menyinggung aksi heroik seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Sugianto (31) saat bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Republik Korea Woo Won-Shik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

Ia menyampaikan apresiasi kepada Korea Selatan yang memberikan penghargaan kepada PMI asal Indramayu tersebut, setelah menyelamatkan seorang lansia dari kebakaran hutan di Desa Uiseong, Yeongdeok, Gyeongsang Utara, pada Maret 2025 lalu.

“Yang Mulia, izinkan saya juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Presiden Republik Korea kepada Bapak Sugianto, seorang Warga Negara Indonesia atas aksi kemanusiaannya membantu warga lanjut usia yang terdampak musibah kebakaran hutan di Korea Selatan,” kata Puan, dikutip dari siaran pers, Kamis.

Saat itu, Sugianto berlari bolak-balik untuk mengevakuasi lansia saat kebakaran hutan terus mendekati permukiman.

Ia disebut sebagai 'pahlawan tersembunyi' di tengah krisis kebakaran hutan hebat di Korsel.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Seoul, pada Jumat (2/1/2026).

Presiden Lee Jae-myung juga memberikan Visa F-2 untuk Sugianto.

Visa F-2 merupakan visa residensi jangka panjang untuk orang warga negara asing yang ingin menetap di Korea Selatan.

Menurut Puan, tindakan Sugianto mencerminkan sebuah kepedulian dan keberanian.

“Tindakan tersebut mencerminkan kepedulian, keberanian, dan semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur masyarakat Indonesia dan diapresiasi oleh masyarakat Korea,” bebernya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung beberapa hal.

Ia sempat menyinggung popularitas budaya Korea di Indonesia yang semakin merekatkan hubungan kedua negara, serta mendukung upaya-upaya kerja sama sosial budaya dengan Korea Selatan.

Menurut dia, melalui interaksi budaya, hubungan antar masyarakat tumbuh secara alami, memperkuat saling pengertian, dan membangun ikatan emosional.

Ia mencatut kesamaan nilai sosial Indonesia dan Korea, seperti semangat gotong royong di Indonesia yang sama dengan sangbusangjo di Korea.

“Semangat kerja bersama ‘gotong royong’ di Indonesia dan ‘sangbusangjo’ di Korea merupakan fondasi penting bagi eratnya hubungan antar masyarakat dan kolaborasi lintas komunitas,” ucap Puan.

Ia mendorong kerja sama di bidang pendidikan, khususnya melalui beasiswa dua arah, riset bersama, serta pertukaran dosen dan mahasiswa sebagai pilar utama hubungan jangka panjang.

“Kami juga memandang penguatan program bahasa, baik Bahasa Indonesia di Korea maupun Bahasa Korea di Indonesia, sebagai sarana melahirkan duta budaya dan memperluas pemahaman lintas generasi,” ujar dia.

Sebagai informasi dalam pertemuan itu, Puan didampingi oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR, Dolfie Othniel Frederic Palit, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Anggota Komisi XII DPR Shanty Alda Nathalia, serta sejumlah anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR seperti Gilang Dhielafararez, Stevano Rizki Adranacus, dan Pinka Hapsari.

Tag:  #bertemu #ketua #parlemen #korsel #puan #singgung #aksi #heroik #selamatkan #lansia

KOMENTAR