8 Cara Menjaga Hubungan Tetap Dekat dengan Anak yang Beranjak Dewasa
Ilustrasi Orang Tua Menjaga Kedekatan dengan Anak yang Sudah Dewasa(Pexels)
09:05
2 Juni 2026

8 Cara Menjaga Hubungan Tetap Dekat dengan Anak yang Beranjak Dewasa

Seiring berjalannya waktu, anak tumbuh dewasa dan mulai membangun lingkungannya sendiri.

Jarak dan waktu pun turut berkontribusi dalam menciptakan ruang di antara hubungan orangtua dengan anak.

Bagaimana orangtua dapat menjaga kedekatan dengan anak yang sudah dewasa? Berikut selengkapnya.

Baca juga: Bukan Sekadar Ngemil, Snacking Time Bisa Jadi Momen Bonding antara Orangtua dan Anak

8 Cara Tetap Dekat dengan Anak yang Sudah Dewasa

1. Menjadi pihak yang mengambil langkah lebih dulu

Menurut psikolog Jonice Webb, dikutip dari Psychology Today, ketika hubungan terasa renggang, orangtua perlu berani mengambil inisiatif untuk membuka kembali ruang percakapan.

Daripada menunggu anak menghubungi lebih dulu, tidak ada salahnya mengajak mereka bertemu untuk makan siang, minum kopi, atau berbincang santai lewat telepon.

Baca juga: Psikolog Jelaskan Akar Kekerasan Seksual, dari Pola Asuh hingga Lingkungan

2. Mengurangi rasa bersalah yang berlebihan

Mungkin ada orangtua yang bertanya-tanya apakah ada kesalahan yang pernah mereka lakukan sampai-sampai hubungan dengan anak terasa jauh.

Namun, Jonice mengingatkan bahwa rasa bersalah yang berlebihan justru dapat menghambat proses memperbaiki hubungan. Fokus yang lebih penting adalah membangun koneksi yang lebih baik mulai saat ini.

3. Lebih banyak mendengarkan daripada memberi nasihat

Keinginan untuk membantu anak sering kali membuat orangtua tergoda memberi solusi sebelum diminta.

Padahal, menurut praktisi kesehatan mental Joseph Kivett dilansir dari Yahoo! Lifestyle, anak yang sudah dewasa tidak selalu membutuhkan nasihat. Mereka sering kali hanya ingin merasa dipahami.

Karena itu, cobalah mendengarkan sampai tuntas sebelum memberikan tanggapan atau saran.

Baca juga: 7 Cara Parenting Violet Bridgerton yang Bisa Dicontoh Orangtua, Termasuk Hadir untuk Anak

4. Tunjukkan rasa ingin tahu yang sehat

Menanyakan kabar, pekerjaan, atau aktivitas anak itu merupakan bentuk perhatian yang wajar.

Tapi, senada dengan poin sebelumnya, Joseph menyarankan supaya rasa ingin tahu tersebut digunakan untuk memahami saja, bukan mengendalikan.

"Rasa ingin tahu menunjukkan rasa hormat dan ketertarikan tanpa kontrol, sehingga mendorong keterbukaan dalam hubungan," ujarnya.

Baca juga: Studi Ungkap Orangtua Gen Z Mulai Tinggalkan Gentle Parenting, Ini Alasannya

5. Hindari menghakimi pilihan hidup anak

Setiap orangtua tentu memiliki pandangan sendiri mengenai karier, pasangan, maupun keputusan hidup anak.

Lagi-lagi, Joseph mengingatkan bahwa anak juga perlu ruang untuk belajar dari pengalaman mereka sendiri.

"Lawan dorongan untuk memperbaiki atau mengkritik," ujar Joseph.

Baca juga: 7 Cara Digital Parenting, Latih Anak Bijak di Internet

Sikap menerima akan membuat anak merasa lebih aman untuk bercerita, termasuk ketika mereka sedang menghadapi masalah.

6. Terbuka terhadap perubahan diri anak

Tidak sedikit orang tua yang masih memandang anak sebagai sosok yang sama seperti bertahun-tahun lalu.

Padahal, anak terus berkembang dan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Menurut Joseph, mempertahankan pandangan lama dapat membuat anak merasa tidak benar-benar dipahami.

Sebaliknya, cobalah mengenal kembali siapa mereka saat ini, termasuk nilai hidup, minat, dan tujuan yang sedang mereka kejar.

Baca juga: Jangan Asal Bersikap, Pola Asuh Orangtua Pengaruhi Hubungan Kakak Adik

7. Menghormati batasan dan kemandirian anak

Menjaga kedekatan bukan berarti harus selalu terlibat dalam setiap keputusan anak.

Joseph menjelaskan bahwa kebiasaan seperti terlalu sering memberi nasihat tanpa diminta, menuntut komunikasi terus-menerus, atau mengatur keputusan anak justru dapat membuat hubungan menjadi tegang.

8. Tetap membangun kehidupan sendiri

Salah satu cara yang mungkin terdengar tidak biasa untuk menjaga hubungan dengan anak adalah dengan tetap menjalani kehidupan yang aktif sebagai individu. Maksudnya bagaimana?

Menurut Joseph, masa ketika anak sudah dewasa bisa menjadi kesempatan bagi orangtua untuk kembali menekuni hobi, memperluas pertemanan, atau mengejar tujuan pribadi yang sempat tertunda.

Tag:  #cara #menjaga #hubungan #tetap #dekat #dengan #anak #yang #beranjak #dewasa

KOMENTAR