Quality Time dengan Anak Tak Rumit, yang Penting Hadir Utuh
Di tengah jadwal kerja yang padat, banyak orang tua, terutama ibu, terjebak dalam dilema antara tuntutan profesional dan keinginan untuk selalu ada bagi anak. Seringkali rasa lelah kerap menggerus kualitas interaksi yang terjalin.
Sebenarnya yang dibutuhkan anak adalah orangtua yang hadir secara utuh, baik fisik maupun emosional.
Namun realitanya, survei global menunjukkan bahwa 1 dari 4 anak usia sekolah merasa orang tuanya “ada”, tetapi tidak benar-benar hadir saat di rumah. Ini karena meski berada dalam satu ruangan dengan anak, terkadang ayah atau ibu lebih fokus pada gawai atau mengerjakan hal lain.
Padahal, berbagai studi menegaskan bahwa kualitas jauh lebih bermakna daripada kuantitas.
Baca juga: 5 Cara Menerapkan Love Language Quality Time, Tak Selalu Jalan-jalan
Kabar baiknya, quality time tidak harus selalu lama atau rumit. Bagi orang tua yang bekerja penuh waktu, kuncinya ada pada konsistensi dan kehadiran yang mindful.
"Interaksi fokus tanpa gangguan terbukti membantu menurunkan stres sekaligus membangun rasa aman pada anak," kata psikolog Mutiara Maharini, M. Psi.
Ia menegaskan, rutinitas kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih berdampak dibandingkan waktu panjang yang diisi sambil lalu.
Misalnya, meluangkan waktu tanpa distraksi gadget saat makan malam, membaca buku bersama sebelum tidur, atau sekadar mengobrol tentang hari yang dijalani anak dengan penuh perhatian.
Mutiara menambahkan, dukungan emosional dari lingkungan sekitar, seperti suami atau orangtua, dapat meningkatkan kapasitas Ibu untuk hadir secara penuh bagi anak dalam jangka panjang.
Baca juga: Jaga Kesehatan Mental dengan Zona Bebas Gawai di Rumah
Influencer Afifah Yusuf dalam acara peluncuran produk perawatan bayi Loluna kemasan praktis (25/4/2026).
Manfaat bagi perkembangan emosional
Penelitian dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menunjukkan bahwa interaksi yang hangat, responsif, dan penuh perhatian memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosional anak, bahkan melebihi lamanya waktu kebersamaan.
Studi lain dalam Developmental Psychology juga menemukan bahwa momen singkat namun fokus, sekitar 15–30 menit sehari, cukup untuk memperkuat secure attachment, meningkatkan rasa aman anak, sekaligus membantu menurunkan tingkat stres orangtua.
Baca juga: 7 Cara Sederhana Bonding Hubungan Keluarga Tanpa Liburan Mahal
Influencer Afifah Yusuf mengaku juga berusaha menyediakan waktu berkualitas untuk kedua buah hatinya.
“Cukup 30 menit, tanpa HP. Ikuti permainan anak, dan rasakan perbedaannya,” ujarnya.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk menetapkan batas antara waktu kerja dan waktu keluarga, meski bekerja dari rumah. Memberi sinyal sederhana seperti “waktu khusus untuk anak” setiap hari dapat membantu anak merasa diprioritaskan.
Pentingnya kehadiran utuh orangtua untuk anak juga diangkat oleh produk perawatan kulit bayi Loluna.
Dalam acara grand launching di Alfamidi Super Botanica (25/4/2026) mengadakan weekend seru bareng keluarga. Dalam momen ini, Loluna juga menggandeng Afifah Yusuf dan Bunda Hetty Koes Endang untuk menunjukkan bahwa bahkan aktivitas sesederhana belanja pun bisa menjadi ruang bonding yang bermakna.
Bonding bukan soal momen besar, tapi soal kehadiran dalam hal-hal kecil. Bahkan aktivitas sederhana seperti bermain bersama atau belanja kebutuhan sehari-hari yang dijalani dengan penuh perhatian bisa menjadi momen yang berkesan.
Baca juga: Kapan Waktu Ideal Ngemil Bareng Anak untuk Membangun Bonding? Ini Kata Psikolog
Tag: #quality #time #dengan #anak #rumit #yang #penting #hadir #utuh