Ramai Imbauan Hemat LPG, Kenali 7 Penyebab Gas di Rumah Cepat Habis
Imbauan hemat LPG dari Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Bahlil Lahadalia tengah ramai dibicarakan publik.
Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran terhadap kondisi energi global yang belum stabil.
Pemerintah menilai peran masyarakat sangat penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pasalnya, sebagian besar kebutuhan gas LPG di Indonesia masih bergantung pada impor dari luar negeri.
Dalam pernyataannya, Bahlil mengingatkan agar penggunaan LPG dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan, termasuk saat memasak di rumah.
Bahlil menekankan agar kompor segera dimatikan setelah masakan selesai untuk menghindari pemborosan.
"Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak jangan kompornya boros," kata Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers daring pada Kamis, 26 Maret 2026.
Imbauan ini lalu viral dan memicu banyak diskusi di masyarakat, terutama soal kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele. Tanpa disadari, penggunaan gas yang tidak efisien bisa membuat LPG cepat habis.
Warga antre untuk membeli gas LPG 3 kilogram. [Suara.com/Alfian Winanto]Banyak rumah tangga yang mulai menyadari bahwa borosnya pemakaian gas tidak selalu disebabkan oleh frekuensi memasak. Faktor teknis hingga kebiasaan kecil juga bisa berpengaruh terhadap konsumsi LPG.
Karena itu, penting untuk mengenali penyebab gas cepat habis di rumah agar penggunaan bisa lebih hemat.
Dengan memahami hal ini, masyarakat tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga ikut mendukung efisiensi energi nasional.
Penyebab Gas Kompor di Rumah Cepat Habis
Imbuan yang disampaikan Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM mengingatkan pentingnya mengevaluasi penggunaan gas di rumah.
Tak sekadar karena penggunaan yang boros, ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan gas kompor cepat habis. Apa saja penyebabnya? Berikut ulasannya.
1. Kualitas kompor dan burner kurang baik
Kualitas kompor, terutama burner dan regulator, sangat memengaruhi efisiensi penggunaan gas. Jika kualitasnya rendah, aliran gas tidak terkontrol dengan baik sehingga LPG jadi lebih cepat habis.
2. Terjadi kebocoran pada selang atau regulator
Kebocoran pada pipa gas, regulator, atau sambungan bisa membuat gas keluar tanpa digunakan. Selain boros, kondisi ini juga berbahaya karena berisiko memicu kebakaran di rumah.
3. Kompor dan peralatan memasak kotor
Sisa makanan, minyak, atau kotoran yang menumpuk di kompor bisa menghambat kinerja api. Akibatnya, kompor harus bekerja lebih keras dan gas yang digunakan jadi lebih banyak.
4. Peralatan masak tidak menghantarkan panas dengan baik
Menggunakan panci atau wajan dengan material yang kurang tepat membuat panas tidak merata. Hal ini membuat waktu memasak lebih lama dan otomatis gas lebih cepat terkuras.
5. Penumpukan kotoran yang menyumbat aliran gas
Lubang burner yang tersumbat sisa makanan atau debu bisa menghambat aliran gas ke api. Dampaknya, proses memasak menjadi tidak efisien dan konsumsi gas meningkat.
6. Api kompor terlalu besar saat memasak
Menggunakan api besar terus-menerus membuat konsumsi gas menjadi lebih boros dari yang dibutuhkan. Padahal, sebagian besar masakan tidak memerlukan api maksimal untuk matang sempurna.
7. Sering membuka tutup panci saat memasak
Kebiasaan membuka tutup panci membuat panas mudah keluar dan proses memasak jadi lebih lama. Akibatnya, gas yang digunakan juga semakin banyak karena waktu memasak bertambah.
Dengan memahami berbagai penyebab tersebut, penggunaan LPG di rumah bisa lebih efisien.
Kebiasaan kecil seperti rutin membersihkan kompor dan memastikan tidak ada kebocoran bisa membantu menghemat gas secara signifikan.
Tag: #ramai #imbauan #hemat #kenali #penyebab #rumah #cepat #habis