Membedakan Jerawat di Bibir dengan Herpes
- Jerawat bisa muncul di berbagai area wajah, termasuk di sekitar bibir yang sering kali terasa lebih nyeri dan mengganggu.
Meski tampak sepele, jerawat di area ini kerap menimbulkan kebingungan karena sering disalahartikan sebagai luka herpes atau cold sore. Padahal, penyebab dan cara penanganannya berbeda.
Para ahli dermatologi pun menjelaskan bahwa jerawat di area bibir umumnya masih termasuk jenis jerawat biasa yang dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Berikut ini penyebab utama dan cara mengatasinya.
Baca juga: 5 Kesalahan Umum Saat Treatment Jerawat yang Justru Memperparah Kondisi Kulit
Perbedaan jerawat dan herpes di area bibir perlu dikenali
Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah membedakan jerawat dengan herpes di area bibir.
Dokter kulit Dr. Bradley Glodny menjelaskan, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, meskipun sekilas tampak mirip.
“Herpes atau cold sore biasanya terdiri dari kumpulan lepuhan kecil yang muncul berderet di sekitar bibir hingga area dagu atau bawah hidung,” ujar Glodny, dikutip Seventeen, Rabu (25/3/2026).
Herpes cenderung berbentuk lepuhan berkelompok, bukan benjolan tunggal seperti jerawat. Sementara itu, jerawat umumnya berupa benjolan padat atau berisi nanah tanpa lepuhan.
Selain itu, herpes biasanya diawali dengan sensasi nyeri tajam atau rasa terbakar sebelum muncul di permukaan kulit.
Memahami perbedaan ini penting agar tidak salah dalam menentukan perawatan yang tepat.
Baca juga: Jerawat Tidak Dipencet Jadi Flek Hitam? Ini Penyebabnya Menurut Ahli
Ilustrasi kenapa bekas jerawat hitam susah hilangnya?
Apa pemicu jerawat di area bibir?
Jerawat di sekitar bibir umumnya disebabkan oleh faktor yang sama seperti jerawat di area wajah lainnya, yaitu produksi minyak berlebih dan pori-pori tersumbat.
Dokter kulit Dr. Jennifer MacGregor menjelaskan, faktor hormon menjadi salah satu penyebab utama munculnya jerawat di area ini.
“Sebagian besar jerawat di sekitar bibir adalah jerawat hormonal, dan pori-pori di area tersebut juga bisa tersumbat seperti bagian wajah lainnya,” ungkapnya.
Baca juga: Waspadai, 4 Cara Menghilangkan Komedo Ini Malah Merusak Kulit
Selain itu, faktor lain seperti stres, bakteri, penggunaan produk tertentu, hingga kebiasaan menyentuh area wajah juga dapat memperparah kondisi ini.
Tidak jarang, penggunaan lip balm atau produk bibir yang terlalu tebal juga dapat memicu munculnya jerawat karena menyumbat pori-pori di sekitar mulut.
Hindari memencet jerawat untuk mencegah infeksi dan bekas luka
Ketika jerawat muncul di area bibir, banyak orang tergoda untuk memencetnya. Padahal, kebiasaan ini justru bisa memperburuk kondisi kulit.
Dr. Glodny mengingatkan, memencet atau menggigit jerawat dapat menyebabkan infeksi dan bekas luka.
“Hal yang sangat penting adalah menghindari menggigit atau memencet jerawat karena dapat menyebabkan bekas luka atau infeksi,” imbaunya.
Baca juga: Mengapa Skincare Saja Tak Bisa Mengatasi Bopeng Bekas Jerawat
Selain itu, tindakan tersebut juga dapat membuat kondisi kulit semakin meradang dan memperlambat proses penyembuhan.
Dalam beberapa kasus, memencet jerawat di area bibir juga dapat menyebarkan bakteri ke area sekitarnya, sehingga memicu munculnya jerawat baru.
Bagaimana cara yang tepat untuk mengatasinya?
Untuk mengatasi jerawat di area bibir, penting memilih perawatan yang sesuai dengan jenisnya.
Jika jerawat berbentuk kistik atau meradang, produk dengan kandungan benzoyl peroxide dapat membantu membunuh bakteri penyebab jerawat.
Sementara itu, untuk jerawat ringan seperti whitehead, kandungan salicylic acid dapat membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat.
Namun, Dr. Glodny mengingatkan agar berhati-hati dalam memilih produk, terutama bagi pemilik kulit sensitif.
Baca juga: 11 Perawatan Bekas Jerawat yang Ampuh Sesuai Jenisnya
“Saya menyarankan pasien menghindari penggunaan benzoyl peroxide atau salicylic acid dengan konsentrasi tinggi karena dapat menyebabkan iritasi,” saran dia.
Sebagai alternatif, penggunaan produk dengan formula lebih lembut atau patch jerawat juga bisa menjadi pilihan aman.
Jika jerawat tidak kunjung membaik, konsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah terbaik untuk mendapatkan penanganan yang tepat, termasuk terapi medis seperti suntikan kortison.
Dengan perawatan yang sesuai, jerawat tidak hanya dapat diatasi, tetapi juga dicegah agar tidak kembali muncul di kemudian hari.
Baca juga: Cara Membersihkan Kuas Makeup dengan Benar agar Bebas Jerawat