6 Rahasia Membangun Pernikahan Langgeng
- Saat ini perbincangan seputar hubungan asmara sering kali didominasi oleh topik perpisahan. Bahkan pasangan yang terlihat serasi pun seringkali tak bisa mempertahankan komitmennya.
Chief Clinical Officer dari Seeking Integrity, Robert B. Weiss, Ph.D. mengungkap, peluang pasangan pengantin baru untuk mempertahankan rumah tangga hingga dua dekade ke depan, ternyata hanya berkisar di angka 50 persen.
"Artinya, separuh dari pasangan suami istri gagal bertahan. Namun, apa yang jarang kita dengar adalah sisi sebaliknya, yakni pasangan yang tetap bersama melewati suka dan duka," tulis dia di Psychology Today, Selasa (24/3/2026).
Weiss menuturkan, ada pembeda antara pasangan yang bertahan lama, dengan pasangan yang pernikahannya kandas di tengah jalan. Apa saja?
Rahasia pernikahan langgeng
1. Menikmati waktu dan keseruan bersama
Alasan paling mendasar untuk bertahan dalam sebuah ikatan adalah karena hubungan tersebut terasa menyenangkan.
Ilustrasi pasangan, ilustrasi kencan.
Agar pernikahan awet, pastikan kamu dan pasangan rutin menghabiskan waktu luang yang seru bersama, seperti melakukan hobi dan kegiatan bersama lainnya yang selalu diiringi dengan tawa.
"Sering kali, ketika hubungan sedang sulit, itu bukan karena percikan asmaranya telah menghilang, melainkan karena keseruannya telah pudar," kata Weiss.
Baca juga: Benarkah Usia Pernikahan di Bawah 10 Tahun Rawan Konflik dan Berisiko Cerai?
2. Menjaga komunikasi tetap hidup
Coba ingat seberapa intens kamu mengobrol saat masih pacaran. Kebiasaan saling menelepon dan bertukar pesan itu tidak seharusnya berhenti hanya karena kamu sudah menikah atau memiliki anak.
Apa pun kondisinya, usahakan selalu menyisihkan waktu khusus berdua setiap hari untuk sekadar berbicara dan menjaga ikatan emosional. Jadikan rutinitas ini sebagai sesuatu yang tidak bisa diganggu gugat.
3. Membangun kepercayaan melalui kerentanan
Kepercayaan adalah elemen paling penting. Ketika kamu berdua saling percaya dan saling melindungi, fondasi rumah tangga akan menjadi sangat kokoh.
Baca juga: 9 Tanda Pasangan Punya Masalah Kepercayaan
Saling menghormati juga merupakan salah satu tips pernikahan yang bahagia.
Langkah efektif untuk memperdalam rasa ini adalah dengan berani menunjukkan kerentanan untuk membagikan kebutuhan tanpa takut dihakimi oleh pasangan.
"Kepercayaan tentu saja dimulai dengan komunikasi yang terbuka dan jujur. Artinya, jika kamu membutuhkan dukungan emosional atau jenis dukungan lainnya dari pasangan, kamu harus mengungkapkannya," tutur Weiss.
Baca juga: 7 Pasangan Shio yang Paling Langgeng Menurut Astrologi Tiongkok
4. Santai menghadapi perbedaan pendapat
Konflik wajar terjadi dalam hubungan jangka panjang. Namun, perdebatan tidak perlu sampai menghancurkan pernikahan.
Sebagian besar pasangan yang sehat menyadari, terkadang mereka harus "sepakat untuk tidak sepakat". Perbedaan pendapat tidak semestinya dibiarkan menumpuk hingga berubah menjadi dendam.
"Jadi, tidak masalah jika kamu dan pasangan tidak selalu sepemikiran, asalkan kamu dapat tidak sependapat secara damai, setidaknya di sebagian besar waktu," ujar Weiss.
5. Saling menghormati ruang dan peran
Setiap individu memiliki kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri, termasuk memiliki teman dan hobi pribadi. Perkembangan pribadimu berhak dirayakan tanpa syarat.
Baca juga: Bukan Cuma Zodiak, Ini Cara Astrologi Menilai Kecocokan Pasangan
Ilustrasi pasangan.
Menurut Weiss, komunikasi harus selalu terbuka terkait perubahan diri maupun pembagian peran agar tidak ada pihak yang merasa dimanfaatkan.
"Yang terpenting, kontribusi masing-masing orang terhadap rumah tangga dan keluarga dipandang sebagai sesuatu yang istimewa, bermakna, dan dibutuhkan," kata dia.
Baca juga: Seperti Tom Holland dan Zendaya, Ini 5 Pasangan Hollywood yang Menikah Diam-diam
6. Memiliki ekspektasi yang realistis
Tidak ada pernikahan yang sempurna. Pasangan yang sehat mampu menerima dan menghormati satu sama lain secara utuh.
Kamu tetap bisa mendukung pasangan tanpa perlu melontarkan kritik. Kemauan untuk saling mengisi kelemahan satu sama lain adalah inti sebenarnya dari pernikahan.
"Kedua pasangan memahami bahwa tidak ada orang yang dapat secara konsisten memenuhi fantasi kesempurnaan orang lain. Dan itu tidak masalah," terang Weiss.
Jika sebagian besar waktu dalam pernikahanmu menunjukkan beberapa, atau semua, hal di atas, mungkin kamu dan pasangan cukup bahagia menjalaninya.
Jika tidak, kenali berbagai kekurangan yang ada, lalu duduklah bersama pasangan untuk mendiskusikan bagaimana hubungan ini akan dilanjutkan, memperbaiki alur komunikasi, dan saling mendukung di masa depan.
Baca juga: Marriage Is Scary: Ketika Pernikahan Terasa Menakutkan bagi Gen Z