Sedih Melihat Orangtua yang Dulu Keras, Kini Lebih Lembut ke Cucu? Ini Kata Psikolog
Perasaan sedih saat melihat orangtua yang dulu keras kini lebih lembut kepada cucu merupakan hal yang wajar secara psikologis.
Psikolog klinis Rumah Sakit DR Oen Solo Baru Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan konsep inner child atau pengalaman masa kecil yang masih tersimpan dalam diri seseorang.
Saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (24/2/2026), Joko menjelaskan bahwa inner child adalah bagian diri yang menyimpan memori dan kebutuhan emosional masa kecil.
Baca juga: 11 Ciri Pasangan Bakal Jadi Orangtua yang Baik, Termasuk Punya Keterampilan Menyelesaikan Konflik
Perasaan kehilangan yang muncul
Menurut Joko, ketika seseorang melihat orangtuanya kini bersikap lebih lembut kepada cucu, bisa muncul perasaan kehilangan.
“Kenapa kok aku enggak diperlakukan kayak gitu ya?” ujarnya menggambarkan perasaan yang sering muncul.
Ia menegaskan bahwa perasaan tersebut bukan bentuk iri kepada anak.
“Ini bukan iri pada anak, tapi lebih pada duka kecil atas kebutuhan emosional masa lalu yang mungkin belum terpenuhi atau bahkan tidak terpenuhi,” kata Joko.
Kebutuhan dasar anak akan rasa aman
Joko menjelaskan bahwa kondisi ini juga dapat dipahami melalui teori kelekatan dari John Bowlby.
Ia mengatakan bahwa kebutuhan dasar anak adalah rasa aman dan kedekatan emosional.
“Kalau dulu pola asuhnya cenderung keras, tentu akan memengaruhi kebutuhan afeksi yang terasa kurang,” ujarnya.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang baru menyadari adanya kebutuhan emosional yang belum terpenuhi ketika melihat perbandingan dengan perlakuan kepada cucu.
Baca juga: Saat Orangtua Berjuang Bertahan Hidup, Emosi Anak Tak Boleh Terabaikan
Mengelola perasaan dengan bijak
Ilustrasi orangtua bersama anak. Psikolog menjelaskan bahwa rasa sedih melihat orangtua lembut ke cucu adalah duka kecil atas kebutuhan emosional masa lalu yang belum terpenuhi.
Joko menilai perasaan sedih tersebut sangat manusiawi. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah bagaimana mengelola perasaan tersebut.
“Yang penting adalah bagaimana kita mengelola, bukan dengan menyalahkan, tapi mencoba melihat dari sisi lain,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa orangtua pada masa lalu juga berada dalam keterbatasan zaman dan kapasitas psikologisnya.
“Apalagi dulu belum banyak bicara mengenai pola asuh seperti sekarang yang lewat media sosial banyak,” kata Joko.
Menurutnya, memahami konteks masa lalu dapat membantu meredakan luka yang masih tersisa dalam hubungan antar generasi.
Baca juga: 10 Cara Menjadi Orangtua yang Lebih Dekat dengan Anak
Tag: #sedih #melihat #orangtua #yang #dulu #keras #kini #lebih #lembut #cucu #kata #psikolog