10 Perilaku Anak yang Dibesarkan oleh Ibu yang Narsistik: Simak Dampak Psikologisnya bagi Mental dan Masa Depan Anak!
Ilustrasi anak yang tumbuh dan dibesarkan oleh ibu yang narsistik. (Foto: Freepik/bokodi)
17:14
21 September 2024

10 Perilaku Anak yang Dibesarkan oleh Ibu yang Narsistik: Simak Dampak Psikologisnya bagi Mental dan Masa Depan Anak!

– Tumbuh dan berkembang di bawah asuhan seorang ibu dengan gangguan kepribadian narsistik dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam pada seorang anak.

Pola asuh yang didominasi oleh manipulasi, kurangnya empati, dan kebutuhan akan kontrol yang berlebihan dapat membentuk kepribadian dan perilaku anak hingga dewasa.

Anak-anak yang tumbuh dan dibesarkan oleh ibu yang narsistik sering kali berjuang dengan harga diri yang rendah, kesulitan membangun hubungan yang sehat, dan mengalami berbagai masalah emosional.

Mereka mungkin mengembangkan mekanisme koping yang tidak sehat untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang penuh ketidakpastian dan ketidakstabilan emosional.

Dikutip dari charliehealth.com, Sabtu (21/9), berikut adalah sepuluh perilaku yang umumnya ditemukan pada anak yang dibesarkan oleh ibu narsistik, berdasarkan kajian psikologi.

Simak bagaimana pengalaman masa kecil yang penuh tantangan ini dapat membentuk perilaku dan kesehatan mental seseorang di kemudian hari.

1. Kritik Diri yang Berlebihan

Anak yang dibesarkan oleh ibu narsistik cenderung mengembangkan standar yang sangat tinggi untuk diri mereka sendiri. Mereka terus-menerus mengkritik diri sendiri, merasa tidak pernah cukup baik, dan selalu mencari validasi dari orang lain.

2. Kurangnya Empati

Ibu yang narsistik sering kali mengabaikan atau meremehkan perasaan anaknya. Akibatnya, anak tersebut mungkin kesulitan memahami dan merasakan emosi orang lain, termasuk menunjukkan empati.

3. Menjadi sangat Agresif dan Manipulatif baik dalam Perkataan dan Perbuatan

Anak yang tumbuh di bawah pengaruh ibu narsistik sering kali menyerap pola perilaku agresif dan manipulatif, yang kemudian mereka terapkan dalam interaksi sosial mereka. Mereka mungkin menggunakan taktik manipulatif seperti playing victim, gaslighting, atau silent treatment untuk mengontrol dan mendominasi orang lain.

Mereka bisa menjadi sangat kasar dan agresif secara verbal, bahkan tak ragu melakukan penghinaan, ancaman, dan serangan personal yang bertujuan untuk merendahkan dan menghancurkan harga diri orang lain.

Mereka mungkin juga menunjukkan perilaku agresif secara fisik, seperti melempar barang atau melakukan kekerasan, ketika merasa frustrasi atau tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

4. Gaya Keterikatan yang Tidak Aman (insecure attachment styles)

Gaya keterikatan yang tidak aman (insecure attachment styles) adalah pola perilaku yang dibentuk pada masa kecil yang memengaruhi cara seseorang berhubungan dengan orang lain di masa dewasa. Mereka terbentuk dari interaksi dini antara anak dan pengasuh utama mereka.

Anak yang dibesarkan oleh ibu narsistik sering kali mengembangkan gaya keterikatan yang tidak aman. Ini berarti mereka kesulitan membentuk hubungan yang sehat dan percaya diri dengan orang lain. Mereka mungkin takut ditinggalkan, cemas akan penolakan, atau justru menghindari keintiman emosional.

5. Memiliki Harga Diri yang Rendah

Kritik terus-menerus dan kurangnya dukungan emosional dari ibu narsistik dapat merusak harga diri anak. Mereka mungkin merasa tidak berharga, tidak dicintai, dan tidak mampu mencapai apa pun.

6. Kurangnya Batasan

Ibu narsistik sering kali melanggar batasan pribadi anaknya, baik secara fisik maupun emosional. Akibatnya, anak tersebut mungkin kesulitan menetapkan dan mempertahankan batasan yang sehat dalam hubungan mereka dengan orang lain.

7. Ketergantungan Berlebihan pada Orang Lain

Anak yang dibesarkan oleh ibu narsistik mungkin mengembangkan ketergantungan yang tidak sehat pada orang lain. Mereka mungkin merasa tidak mampu membuat keputusan sendiri atau mengurus diri mereka sendiri.

8. Sangat Takut Ditinggalkan

Pengalaman diabaikan atau ditolak oleh ibu narsistik dapat menciptakan rasa takut yang mendalam akan ditinggalkan. Anak tersebut mungkin berusaha keras untuk menyenangkan orang lain atau menghindari konflik agar tidak ditinggalkan.

9. Perilaku Menyenangkan Orang Lain (People Pleaser)

Anak yang dibesarkan oleh ibu narsistik mungkin mengembangkan kebiasaan menyenangkan orang lain atau menjadi ‘people pleaser’ untuk mendapatkan penerimaan dan kasih sayang. Mereka mungkin mengorbankan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri demi orang lain.

10. Kesulitan Mengekspresikan Emosi

Anak yang dibesarkan oleh ibu narsistik mungkin belajar untuk menekan emosi mereka karena takut akan reaksi negatif dari ibunya. Akibatnya, mereka mungkin kesulitan mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi mereka secara sehat.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua anak yang dibesarkan oleh ibu narsistik akan mengalami semua tanda perilaku ini.

Namun, dengan memahami dampak psikologis dari pola asuh orang tua yang narsistik, kita dapat membantu individu-individu yang terdampak untuk mengenali luka mereka, mencari bantuan yang tepat, dan tidak hanya sekadar mencemooh mereka atas tindakan tidak rasional yang mereka lakukan di masa kini.

Jika Anda mengenali beberapa tanda ini pada diri Anda atau seseorang yang Anda kenal, mencari bantuan profesional psikolog atau psikiater mungkin dapat menjadi langkah penting untuk menyembuhkan luka masa lalu dan membangun kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #perilaku #anak #yang #dibesarkan #oleh #yang #narsistik #simak #dampak #psikologisnya #bagi #mental #masa #depan #anak

KOMENTAR