Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat
Kolase Trump-Netanyahu [Suara.com/AI]
08:16
4 Juni 2026

Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meredam isu keretakan hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, setelah muncul laporan bahwa presiden AS itu empat melontarkan kritik keras terhadapnya.

Dalam wawancara dengan CNBC pada Rabu (3/6/2026), Netanyahu menegaskan hubungan keduanya tetap kuat.

“Ini adalah hubungan yang hebat karena dia adalah sahabat terbaik yang pernah dimiliki Israel di Gedung Putih,” ujarnya.

Netanyahu juga menekankan bahwa perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam hubungan politik.

Menurutnya, ia dan Trump tetap memiliki tujuan bersama meski terkadang berbeda secara taktis.

“Kami memiliki tujuan yang sama. Seperti dalam keluarga terbaik, kadang ada perbedaan taktis,” kata Netanyahu.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]

“Kami selalu menemukan cara untuk menyelesaikannya.”

Sebelumnya, Trump mengakui sempat melontarkan kata-kata kasar kepada Netanyahu dalam percakapan telepon terkait eskalasi serangan Israel di Lebanon.

Trump menyebut dirinya kesal dengan tindakan militer Israel yang terus berlanjut.

“Saya sedikit terganggu dengan dia yang terus bertempur dengan Lebanon,” kata Trump, seperti dikutip dari New York Post.

Serangan Israel ke Lebanon, termasuk ancaman pengeboman ibu kota Beirut, dinilai berpotensi menggagalkan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.

Situasi ini juga memicu kekhawatiran eskalasi konflik regional.

Meski demikian, Trump tetap memuji Netanyahu.

“Saya sangat menyukai Bibi,” ujarnya, menggunakan nama panggilan Netanyahu.

Trump juga menyebut kerja sama keduanya berjalan baik.

Di sisi lain, Netanyahu menegaskan bahwa dirinya dan Trump memiliki visi yang sama terkait Lebanon, khususnya dalam upaya melucuti kelompok Hizbullah.

“Saya pikir dia memahami bahwa Lebanon telah disandera oleh Hezbollah,” kata Netanyahu.

Hizbullah, yang bersekutu dengan Iran, menyatakan bahwa perlawanan mereka terhadap Israel merupakan bentuk pembelaan diri.

Kelompok tersebut menuding Israel berupaya memperluas wilayah dan mengusir warga di selatan Lebanon.

Konflik meluas setelah serangan terhadap Iran pada Februari lalu, yang kemudian memicu keterlibatan Hezbollah.

Sejak saat itu, pertempuran di wilayah selatan Lebanon terus berlanjut dan menyebabkan kerusakan luas serta pengungsian massal.

Sejumlah pejabat Israel bahkan secara terbuka mengusulkan pendudukan jangka panjang di Lebanon selatan.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya menyampaikan rencana untuk menguasai wilayah tersebut dan mencegah warga kembali.

Meski demikian, Netanyahu menyatakan bahwa ia menginginkan perdamaian.

“Jika kita ingin menyelamatkan Lebanon dan mencapai perdamaian Israel-Lebanon, kita harus melucuti Hezbollah dan mendemiliterisasi Lebanon,” ujarnya.

Upaya diplomatik antara Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat sejak April lalu belum membuahkan hasil.

Hingga kini, gencatan senjata belum tercapai dan konflik masih terus berlangsung.

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #disebut #orang #gila #oleh #trump #benjamin #netanyahu #kami #tetap #sahabat

KOMENTAR