Xi Jinping Anggap AS Melemah, Trump Lempar Kesalahan ke Biden
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan negara mereka selama upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
10:18
15 Mei 2026

Xi Jinping Anggap AS Melemah, Trump Lempar Kesalahan ke Biden

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons pandangan Presiden China Xi Jinping mengenai kemunduran Amerika Serikat dengan menyalahkan pemerintahan mantan Presiden Joe Biden.

Menjelang hari kedua pertemuannya dengan Xi di Beijing, Trump menyinggung komentar Xi yang sebelumnya menyebut Amerika Serikat sebagai negara yang mungkin sedang mengalami kemunduran.

“Ketika Presiden Xi dengan sangat elegan merujuk pada Amerika Serikat sebagai negara yang mungkin sedang menurun, dia merujuk pada kerusakan luar biasa yang kami alami selama empat tahun Sleepy Joe Biden dan Pemerintahan Biden, dan dalam hal itu, dia 100 persen benar,” tulis Trump di media sosial.

Baca juga: Xi Jiping Peringatkan Trump: Jangan Rusak Hubungan AS dan China

Xi Jinping: “Timur bangkit, Barat menurun”

Presiden China Xi Jinping dalam beberapa tahun terakhir berulang kali menyampaikan pandangan bahwa “Timur sedang bangkit dan Barat sedang menurun.”SHUTTERSTOCK/KALIVA Presiden China Xi Jinping dalam beberapa tahun terakhir berulang kali menyampaikan pandangan bahwa “Timur sedang bangkit dan Barat sedang menurun.”

Xi dalam beberapa tahun terakhir berulang kali menyampaikan pandangan bahwa “Timur sedang bangkit dan Barat sedang menurun.”

Meski frasa tersebut merujuk pada “Barat” secara umum, kepemimpinan China, media pemerintah, dan analis politik di negara itu kerap mengaitkannya secara spesifik dengan Amerika Serikat, menurut laporan The Wall Street Journal.

Beijing memandang polarisasi politik di AS, perpecahan sosial, serta perubahan ekonomi sebagai tanda-tanda kemunduran jangka panjang Amerika.

Namun, belum jelas apakah Xi menyampaikan komentar serupa secara langsung dalam pertemuan tertutup dengan Trump pada pekan ini.

Dalam pidato di jamuan penyambutan pada Kamis (14/5/2026), Xi membandingkan perkembangan kedua negara.

Ia mengatakan, 1,4 miliar rakyat China sedang mendorong modernisasi dengan berlandaskan peradaban lebih dari 5.000 tahun, sementara lebih dari 300 juta warga Amerika tengah membawa AS memasuki perjalanan pembangunan baru di tahun ke-250 negara tersebut.

Xi Jinping singgung soal Taiwan hingga Thucydides Trap

Menurut laporan The New York Times, Xi juga kembali mengangkat tema kebijakan luar negerinya mengenai “perubahan besar yang belum pernah terlihat dalam satu abad,” yang merujuk pada memudarnya tatanan dunia pasca-Perang Dunia II yang didominasi Amerika Serikat.

Baca juga: China Tak Tinggal Diam, Trump Klaim Xi Jinping Tawarkan Bantuan Buka Selat Hormuz

Dalam pembukaan pertemuan tersebut, Xi turut menyinggung soal “Thucydides Trap”, konsep yang menggambarkan bagaimana kekuatan mapan cenderung merasa terancam oleh kekuatan yang sedang bangkit sehingga berpotensi memicu benturan.

Di balik suasana hangat yang ditampilkan di depan publik, Xi disebut memperingatkan Trump dalam pembicaraan tertutup bahwa isu Taiwan dapat memicu konflik dan menjadi “situasi yang sangat berbahaya” jika tidak ditangani dengan baik.

Keduanya juga membahas perdagangan, Timur Tengah, Ukraina, dan Semenanjung Korea, meski tidak ada rincian lebih lanjut yang dipublikasikan.

Gedung Putih menyebut pertemuan Trump dan Xi sebagai “pertemuan yang baik”. Pemerintah AS juga menegaskan bahwa kedua pihak sepakat Selat Hormuz harus tetap terbuka dan bahwa “Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.”

Trump juga mengatakan kepada Fox News bahwa Xi telah setuju memesan 200 pesawat Boeing. Namun, Boeing belum memberikan komentar terkait klaim tersebut.

Pertemuan Trump dan Xi di Beijing menjadi kunjungan presiden AS pertama ke China dalam hampir satu dekade.

Baca juga: Tak Ingin Pulang Tangan Kosong, Trump Kejar Deal Perdagangan dengan Xi Jinping

Tag:  #jinping #anggap #melemah #trump #lempar #kesalahan #biden

KOMENTAR