Sinyal Perdamaian, Iran Pertimbangkan Proposal AS untuk Akhiri Perang
Seorang pria berdiri membawa bendera Iran di persimpangan Valiasr Square di Teheran, Senin (6/4/2026). Amerika Serikat dan Iran pada Rabu (8/4/2026) mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Respons Negara-negara soal Gencatan Senjata Iran-AS: Sambut Positif dan Desak Perdamaian Abadi(AFP/ATTA KENARE)
06:11
7 Mei 2026

Sinyal Perdamaian, Iran Pertimbangkan Proposal AS untuk Akhiri Perang

- Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa mereka tengah mempertimbangkan proposal yang diajukan oleh Washington untuk mengakhiri perang.

Kabar ini mencuat setelah laporan media Amerika Serikat menyebutkan bahwa kedua belah pihak kemungkinan besar hampir mencapai kesepakatan.

Laporan dari Axios pada Rabu (6/5/2026) mengungkapkan keyakinan Gedung Putih bahwa mereka telah mendekati titik temu berupa nota kesepahaman yang terdiri dari 14 poin. 

Presiden Donald Trump pun memperkuat optimisme tersebut dengan menyatakan bahwa AS telah menjalin komunikasi yang sangat intensif dengan Iran dalam 24 jam terakhir. 

Trump meyakini bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan tersebut kini sangat mungkin terjadi.

Baca juga: Tinggal Tunggu Lampu Hijau, Kapal Induk Perancis Siap Lancarkan Operasi di Selat Hormuz

Isi memo 14 poin

Memorandum yang tengah menjadi sorotan ini digambarkan sebagai memo satu halaman yang akan menjadi dasar bagi negosiasi nuklir lebih mendalam di masa depan. 

Di antara 14 poin yang diajukan adalah penghentian pengayaan nuklir Iran, pencabutan sanksi, dan pemulihan transit bebas melalui Selat Hormuz.

Dikutip dari BBC, Kamis (7/5/2026), laporan tersebut mengutip dua pejabat AS dan dua sumber lain yang digambarkan sebagai pihak yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut. 

Baca juga: Geram Perang Tak Kunjung Usai, Trump Ultimatum Iran agar Sepakat Damai

Sumber-sumber ini dilaporkan menyebut banyak ketentuan yang tercantum dalam memo tersebut akan bergantung pada tercapainya kesepakatan akhir.

Kantor berita Reuters menyatakan, dua sumber yang diberi informasi tentang mediasi antara AS dan Iran telah mengkonfirmasi informasi yang awalnya dilaporkan oleh Axios, tetapi proposal tersebut belum diuraikan secara publik.

"Usulan AS masih ditinjau oleh Iran dan setelah selesai, Iran akan memberitahukan pendapatnya kepada pihak Pakistan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, kepada kantor berita ISNA.

Baca juga: Perang Iran Diduga Jadi Motif Penembakan di Jamuan Makan Gedung Putih

Iran siap keputusan apa pun

Kapal penarik Basim berbendera Iran berlayar dekat kapal yang berlabuh di Selat Hormuz. Foto ini dipotret dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026 ketika perang Iran masih berkecamuk.ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI via AFP Kapal penarik Basim berbendera Iran berlayar dekat kapal yang berlabuh di Selat Hormuz. Foto ini dipotret dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026 ketika perang Iran masih berkecamuk.

Menanggapi laporan Axios, juru bicara komisi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei menuturkan, AS tidak akan mendapatkan apa pun yang belum mereka peroleh dalam perang melalui negosiasi.

Dia juga memperingatkan jika AS tidak menyerah dan memberikan konsesi yang diperlukan, Iran akan memberikan respons yang keras dan akan menimbulkan penyesalan.

Sama dengan Iran, Trump juga mengancam akan terjadi peperangan lagi jika proposal itu ditolak.

"Jika Iran tidak menyetujui kesepakatan, pengeboman akan dimulai, dan sayangnya, akan terjadi pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya," tegasnya.

Ia juga mengatakan, Operasi Epic Fury, serangan awal AS-Israel di Iran akan berakhir dengan asumsi Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati. 

Tag:  #sinyal #perdamaian #iran #pertimbangkan #proposal #untuk #akhiri #perang

KOMENTAR