IMF Peringatkan Perang Iran Bisa Picu Resesi Global, Negara Paling Terdampak?
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) merilis video yang diklaim menunjukkan kapal perusak milik Amerika Serikat mundur dari kawasan Selat Hormuz setelah mendapat peringatan dari angkatan laut Iran.(Tasnim News Agency)
13:06
15 April 2026

IMF Peringatkan Perang Iran Bisa Picu Resesi Global, Negara Paling Terdampak?

– Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa eskalasi perang di Iran berisiko menyeret ekonomi dunia ke dalam jurang resesi.

Krisis di Timur Tengah ini telah menyebabkan ketidakpastian pasar yang berdampak pada pemangkasan perkiraan pertumbuhan global untuk tahun 2026.

Laporan World Economic Outlook (WEO) terbaru menunjukkan bahwa meski semua negara terdampak, tingkat kerentanannya sangat bervariasi tergantung pada ketergantungan energi dan posisi ekonomi awal mereka.

Baca juga: Soal Uranium AS Tuntut Penangguhan 20 Tahun, Iran Tawar 5 Tahun, Siapa Mengalah di Perundingan Kedua?

Inggris: Negara G7 Paling Rentan

Inggris menempati posisi puncak sebagai negara maju yang paling menderita akibat konflik ini.

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris sebesar 0,5 poin menjadi hanya 0,8 persen untuk tahun 2026.

Angka ini merupakan penurunan paling tajam di antara negara-negara anggota G7.

Selain pertumbuhan yang lambat, Inggris harus menghadapi inflasi yang melonjak hingga hampir 4 persen, dua kali lipat dari target pemerintah.

Hal ini disebabkan karena ekonomi Inggris sangat terpapar oleh kenaikan harga energi global dan berada dalam posisi lemah sejak akhir 2025.

Amerika Serikat dan Negara Berkembang

Amerika Serikat juga tidak luput dari dampak negatif, meski tidak separah Inggris.

IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan AS tahun 2026 sebesar 0,1 poin menjadi 2,3 persen.

Di sisi lain, negara-negara berkembang dan pengimpor energi neto diprediksi akan menerima hantaman ekonomi yang sangat besar karena lonjakan biaya bahan bakar.

Seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (15/4/2026), Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menjelaskan risiko yang menghantui pasar global.

"Tentu saja setiap hari yang berlalu, dan setiap hari kita mengalami lebih banyak gangguan di pasar energi, kita semakin hanyut menuju skenario buruk," kata Pierre-Olivier Gourinchas.

Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.NASA EARTH OBSERVATORY via AFP Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.

Ancaman Resesi Global ke-5

Jika perang berlangsung intens hingga membuat harga minyak mentah melampaui 110 dollar AS per barel sampai tahun 2027, dunia akan masuk ke dalam "skenario parah".

Dalam kondisi ini, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi jatuh ke angka 2 persen.

Sejak tahun 1980, dunia baru mengalami kondisi serupa sebanyak empat kali, termasuk saat pandemi Covid-2019 dan krisis keuangan 2008.

Situasi ini memicu kritik tajam dari Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, terhadap strategi militer Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

"Perang di Iran bukanlah perang kami, tetapi itu akan mendatangkan kerugian bagi Inggris. Ini bukanlah biaya yang saya inginkan, tetapi ini adalah biaya yang harus kami tanggapi," kata Rachel Reeves, dikutip dari The Guardian, pada Selasa (14/4/2026).

Reeves menambahkan kekecewaannya terkait ketidaksiapan strategi keluar dari konflik tersebut.

"Memulai konflik tanpa kejelasan mengenai apa tujuannya dan tidak jelas tentang bagaimana Anda akan keluar dari sana, saya pikir itu adalah sebuah kebodohan. Saya merasa sangat frustrasi dan marah karena AS terlibat dalam perang ini tanpa rencana keluar yang jelas, tanpa ide yang jelas tentang apa yang ingin mereka capai," kata Rachel Reeves.

Saran Kebijakan IMF

Untuk memitigasi kerusakan ekonomi, IMF menyarankan pemerintah dunia untuk fokus pada kebijakan fiskal yang sangat terarah.

"Langkah-langkah yang tidak tepat sasaran – batas atas harga, subsidi, dan intervensi serupa – memang populer. Namun langkah-langkah tersebut sering kali dirancang dengan buruk dan berbiaya mahal," kata Pierre-Olivier Gourinchas.

Baca juga: Seberapa Parah Dampak Blokade AS terhadap Perdagangan Minyak Iran?

Tag:  #peringatkan #perang #iran #bisa #picu #resesi #global #negara #paling #terdampak

KOMENTAR