Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
Fakta Mengejutkan tentang Iran (shutterstock)
10:16
15 April 2026

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Korps Garda Revolusi Islam Iran secara blak-blakan memperingatkan Amerika Serikat bahwa mereka telah menyiapkan kejutan taktik militer mematikan yang belum pernah disaksikan oleh dunia sebelumnya.

Ancaman sangat serius ini sekaligus membantah keras narasi arogan Presiden AS Donald Trump yang secara sepihak mengklaim kemenangan militer atas negara berdaulat tersebut.

Otoritas di Teheran justru menegaskan bahwa kekuatan rudal pertahanan mereka tetap utuh dan siap menghancurkan sisa-sisa infrastruktur musuh di sekitar perairan strategis Teluk Persia.

Kejutan Taktik Perang yang Tak Terbayangkan Musuh

Melalui unggahan media sosial yang keras, Trump menargetkan jembatan dan pembangkit listrik Iran. Langkah ekstrem ini diambil demi kelancaran jalur kapal global.Melalui unggahan media sosial yang keras, Trump menargetkan jembatan dan pembangkit listrik Iran. Langkah ekstrem ini diambil demi kelancaran jalur kapal global.

Juru Bicara IRGC, Jenderal Hossein Mohebbi, mengeluarkan peringatan keras bahwa militer Iran sama sekali belum mengerahkan seluruh potensi tempur mereka di medan konflik.

Tokoh militer tersebut memastikan bahwa pihak musuh akan menghadapi kehancuran luar biasa telak jika agresi militer yang tidak berdasar ini terus dilanjutkan oleh Washington.

"Kami belum mengungkapkan banyak kemampuan kami. Jika perang berlanjut, kami akan mengungkap kemampuan yang musuh tidak bayangkan," kata Mohebbi dikutip dari Tasnim News, Rabu (15/4/2026).

"Kami akan memamerkan metode pertempuran di mana musuh tidak akan memiliki kapasitas yang signifikan untuk melawan pendekatan baru kami," ujarnya menegaskan.

Pernyataan agresif dari petinggi militer ini menjadi tamparan keras bagi Washington yang terus mencoba memanipulasi informasi publik terkait situasi aktual di medan pertempuran.

Bongkar Kebohongan Propaganda Militer Washington

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran dengan tegas menolak klaim ilusi dari Donald Trump yang menyombongkan diri bahwa negeri Persia itu sudah hancur lebur.

Juru Bicara IRGC lainnya, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, membongkar fakta bahwa narasi palsu sang presiden sebenarnya hanya untuk menutupi kelemahan fatal militer AS di lapangan.

Pejabat senior tersebut mengingatkan publik internasional bahwa hanya Teheran yang memiliki otoritas penuh untuk menentukan kapan konfrontasi berdarah ini akan benar-benar berakhir.

Menurut analisis tajam pihak Iran, klaim kemenangan dari Gedung Putih hanyalah prestasi militer palsu yang sengaja diciptakan untuk menyelamatkan muka Donald Trump di mata dunia.

Jenderal Naeini bahkan memastikan bahwa seluruh arsenal pertahanan Iran, terutama fasilitas peluncuran rudal mutakhir, masih berdiri kokoh dan siap meluncurkan serangan balasan berskala masif.

Amunisi Menipis dan Infrastruktur AS Hancur

Militer Republik Islam tersebut mengklaim bahwa mereka saat ini justru sedang meningkatkan volume serangan proyektil yang jauh lebih mematikan dari operasi tempur sebelumnya.

“Kami tahu, narasi Trump itu sebenarnya untuk menutupi situasi nyata bahwa amunisi AS sudah hampir habis, dan dia mencoba mencari jalan keluar yang terhormat dari perang ini," kata Naeini.

Teheran juga melontarkan kritik tajam terhadap keengganan pemerintah AS untuk bersikap transparan kepada rakyatnya sendiri mengenai kerugian materiil besar yang mereka derita.

"Kenapa Anda tidak memberitahukan yang sebenarnya kepada rakyat AS? Trump tidak mau orang Amerika tahu, bahwa semua infrastruktur militer AS di wilayah Teluk Persia sudah kami hancurkan," katanya.

Latar Belakang: Halusinasi Kemenangan Sepihak dari Florida

Bantahan telak dari pihak pertahanan Iran ini merupakan respons langsung atas wawancara telepon penuh propaganda yang dilakukan Donald Trump dengan stasiun televisi CBS News pada awal pekan lalu.

Berbicara dengan santai dari klub golf mewah miliknya di Doral, Florida, Trump sesumbar menyatakan bahwa militer Iran sudah berada di ambang kehancuran total.

"Saya pikir perang ini segera selesai, hampir," kata Trump.

Sang presiden Amerika Serikat mengklaim tanpa bukti valid bahwa operasi militer Pentagon telah melumpuhkan lini kekuatan udara, laut, hingga jaringan komunikasi milik Iran.

"Iran tidak memiliki Angkatan Laut, tak ada komunikasi, tak ada Angkatan Udara. Rudal Iran tinggal sedikit. Drone mereka juga sudah dihancurkan, termasuk pabriknya," klaim Trump.

Meskipun data militer Amerika Serikat berkoar telah menghantam lebih dari 3.000 target strategis di minggu pertama, fakta di lapangan membuktikan bahwa Republik Islam Iran masih berdiri tangguh dan siap mendikte jalannya peperangan.

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #respons #arogansi #iran #siapkan #metode #pertempuran #mematikan

KOMENTAR