Bagaimana Cara Kerja AS Blokade Selat Hormuz?
Ilustrasi Selat Hormuz.(Wikimedia Commons)
11:12
13 April 2026

Bagaimana Cara Kerja AS Blokade Selat Hormuz?

Rencana Amerika Serikat untuk memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz menandai eskalasi baru dalam konflik dengan Iran.

Langkah ini muncul setelah perundingan antara kedua pihak di Pakistan pada Sabtu (7/4/2026) gagal mencapai kesepakatan damai.

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Iran tidak bersedia menghentikan ambisi nuklirnya. Di sisi lain, Iran menuding tuntutan AS terlalu berlebihan dan tidak sah.

Baca juga: Trump Ngamuk Negosiasi AS-Iran Gagal, Mulai Blokade Selat Hormuz

Trump ancam blokade total

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memblokade seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz.AFP/KENT NISHIMURA Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memblokade seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Dalam unggahannya, seperti dilansir BBC, Trump menyatakan bahwa AS akan mulai “memblokade setiap kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.”

Ia juga memerintahkan angkatan laut untuk “mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar biaya kepada Iran.”

Trump menegaskan, “Tidak ada pihak yang membayar biaya ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas.”

Ia juga memperingatkan bahwa “siapa pun dari Iran yang menembaki kami atau kapal damai akan dihancurkan.” S

elain itu, AS disebut akan mulai menghancurkan ranjau yang diklaim telah dipasang Iran di perairan tersebut.

Bagaimana cara AS blokade Selat Hormuz?

Secara definisi, blokade laut adalah operasi militer untuk mencegah kapal dari negara mana pun—baik musuh maupun netral—masuk atau keluar dari wilayah tertentu yang dikuasai lawan.

Dalam praktiknya di Selat Hormuz, militer AS akan menerapkan blokade terhadap semua kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran. Operasi ini akan dilakukan secara “tidak memihak” terhadap kapal dari berbagai negara.

Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan, blokade akan mulai diberlakukan pada waktu yang telah ditentukan, dan informasi tambahan akan disampaikan kepada pelaku pelayaran komersial sebelum pelaksanaan.

Trump sendiri mengakui proses ini tidak instan. Ia mengatakan, blokade “akan memakan sedikit waktu, tetapi akan segera efektif,” serta menggambarkannya sebagai kebijakan “semua atau tidak sama sekali.”

Baca juga: Diberi Rute Khusus, 3 Kapal Ini Berhasil Lewati Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata

Tujuan blokade

Blokade ini ditujukan untuk menekan Iran, terutama dari sisi ekonomi. Selama konflik, Iran memanfaatkan posisi geografis Selat Hormuz untuk membatasi lalu lintas kapal dan bahkan menarik biaya dari kapal yang melintas.

Trump menegaskan, “Kami tidak akan membiarkan Iran menghasilkan uang dengan menjual minyak kepada pihak yang mereka sukai dan tidak kepada yang lain.”

Ia menambahkan bahwa tujuan akhirnya adalah memastikan jalur tersebut terbuka bagi semua pihak secara setara.

Sejumlah analis menilai langkah ini juga merupakan upaya meningkatkan tekanan agar Iran bersedia mencapai kesepakatan sesuai keinginan AS.

Pro dan kontra

Langkah blokade ini menuai perdebatan. Beberapa ahli hukum di AS menilai kebijakan tersebut berpotensi melanggar hukum maritim internasional.

Bahkan ada yang mempertanyakan apakah tindakan militer seperti blokade bertentangan dengan kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku.

Di sisi lain, ada pula pandangan bahwa blokade diperlukan untuk memaksa penyelesaian konflik.

Seorang anggota Kongres menyebut langkah ini sebagai cara untuk “memanggil semua sekutu dan pihak terkait ke meja perundingan.”

Namun kritik juga datang dari kalangan politik AS sendiri yang meragukan efektivitasnya dalam mendorong Iran membuka kembali jalur tersebut.

Dalam jangka pendek, dampak blokade diperkirakan terbatas karena lalu lintas kapal di Selat Hormuz memang sudah menurun drastis sejak konflik pecah.

Seorang pakar pelayaran menyebut bahwa jika blokade benar-benar diterapkan, “ini hanya akan menghentikan aliran kapal yang sudah sangat kecil.”

Ia menambahkan bahwa kapal yang membayar biaya ke Iran pun jumlahnya sangat sedikit dan sudah berisiko terkena sanksi AS.

Meski begitu, risiko jangka panjang tetap ada, terutama terhadap stabilitas harga minyak dan gas global.

Baca juga: AS Tuding Iran Tak Bisa Temukan Ranjau Laut yang Ditanam di Selat Hormuz

Tag:  #bagaimana #cara #kerja #blokade #selat #hormuz

KOMENTAR