Spanyol Merapat ke China, AS Semakin Ditinggalkan?
- Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memulai kunjungan tiga harinya ke China pada Senin (13/4/2026).
Kunjungan ini menjadi yang keempat bagi Sanchez dalam empat tahun terakhir untuk memposisikan diri sebagai jembatan utama antara China dan Uni Eropa.
Kunjungan ini terjadi di tengah hubungan yang tegang dengan Washington di bawah Presiden Donald Trump.
Para pemimpin dari Inggris, Kanada, dan Jerman baru-baru ini mengunjungi Beijing, sedangkan Trump diperkirakan akan melakukan perjalanan ke sana pada Mei.
Baca juga: Spanyol Resmi Tutup Ruang Udara bagi Pesawat Militer AS, Tolak Perang Iran
Amankan akses pasar lebih besar
Bulan lalu, Trump mengancam akan memangkas perdagangan dengan Spanyol setelah negara itu menolak penggunaan pangkalan militernya untuk serangan AS terhadap Iran.
Dikutip dari AFP, Senin, sumber pemerintah Spanyol mengatakan, tujuan utama perjalanan ini adalah untuk mengamankan akses pasar yang lebih besar, khususnya barang-barang pertanian dan industri, serta menjajaki usaha patungan di sektor teknologi.
Sanchez juga diperkirakan akan menggunakan kunjungan ini untuk menarik investor baru bagi perekonomian terbesar keempat di zona euro dan untuk mendapatkan akses ke bahan baku penting China.
Ia dijadwalkan mengunjungi kantor pusat raksasa teknologi Beijing, Xiaomi dan mengunjungi pameran teknologi di Akademi Ilmu Pengetahuan China.
Sanchez juga dijadwalkan bertemu dengan para pejabat tinggi China, termasuk Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang, pada Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Gegara Tak Dukung AS Serang Iran, Spanyol Diizinkan Lewat Selat Hormuz
Defisit perdagangan Spanyol dengan China
Ekspor China ke Spanyol jauh melebihi ekspor Spanyol ke negara Asia tersebut.
Tahun lalu, Spanyol, dengan populasi sekitar 50 juta jiwa, mengalami defisit perdagangan sebesar 42,3 miliar euro dengan China.
Pemerintah menyatakan, ekspor Spanyol ke China meningkat 6,8 persen pada 2025 dan pertumbuhan tersebut dikaitkan dengan hubungan yang kuat dengan Beijing.
Selama kunjungan Sanchez ke China pada April 2025, Beijing setuju untuk memperluas akses bagi berbagai produk Spanyol, termasuk daging babi dan ceri.
Baca juga: Spanyol Tarik Duta Besarnya dari Israel, PM Sanchez Kecam Serangan ke Iran
Daya tawar Spanyol
Ilustrasi Spanyol.
Spanyol memiliki daya tarik khusus bagi investor China, sebagian karena ekonominya tumbuh dengan salah satu laju tercepat di Eropa dan biaya energi tetap relatif rendah.
"China memandang Spanyol sebagai negara yang relatif ramah, kurang konfrontatif terhadap China dibandingkan negara lain, dan kemungkinan lebih independen dari Washington," kata Claudio Feijoo, seorang ahli China di Universitas Teknik Madrid.
Menurutnya, produk pertanian memiliki potensi terbesar di China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, pekan lalu menyebut Spanyol sebagai mitra penting Beijing di dalam Uni Eropa.
Karena itu, kunjungan Sanchez menawarkan kesempatan untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.
Raja Felipe VI dan Ratu Letizia melakukan kunjungan kenegaraan ke China November lalu, kunjungan pertama oleh seorang raja Spanyol dalam 18 tahun, yang menyoroti kedekatan hubungan kedua negara.