Iran Pasang Pertahanan Berlapis di Pulau Kharg, Bersiap Hadapi Serangan AS
- Iran dilaporkan telah mempersiapkan sistem pertahanan dan memindahkan personel militer ke Pulau Kharg dalam beberapa pekan terakhir.
Langkah ini diambil Teheran guna menghadapi potensi operasi militer Amerika Serikat (AS) yang bertujuan merebut pulau strategis tersebut.
Berdasarkan laporan intelijen AS yang dikutip CNN, Kamis (26/3/2026), pemerintahan Donald Trump tengah mempertimbangkan pengerahan pasukan darat untuk menguasai Pulau Kharg.
Operasi ini direncanakan sebagai alat tawar-menawar guna memaksa Iran membuka kembali blokade di Selat Hormuz.
Baca juga: Iran Tegaskan Tak Berniat Negosiasi meski AS Sudah Kirim Proposal Damai
Iran siapkan pertahan berlapis
Menurut sumber-sumber tersebut, Iran juga telah memasang jebakan termasuk ranjau di sekitar pulau itu dan garis pantainya, tempat pasukan AS mungkin dapat melakukan pendaratan amfibi.
Beberapa sekutu Trump mempertanyakan secara serius perlunya melakukan operasi semacam itu, karena keberhasilan merebut pulau tersebut saja tidak akan menyelesaikan masalah yang terkait dengan Selat Hormuz.
Komando Pusat AS tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai tindakan Iran di Kharg.
Militer AS telah menargetkan Kharg dalam serangan pada 13 Maret, dengan Komando Pusat mengatakan bahwa 90 target telah dihantam, termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan beberapa situs militer lainnya.
Trump mengumumkan serangan itu dengan mengatakan bahwa pasukan AS telah menghindari menyerang infrastruktur minyak karena alasan kesopanan.
Baca juga: AS Klaim Sudah Hancurkan Dua Pertiga Kapasitas Produksi Rudal dan Drone Iran
Risiko korban jiwa tinggi
Namun, para pejabat AS dan pakar militer mengatakan, akan ada risiko signifikan yang terlibat dalam operasi darat semacam itu, termasuk sejumlah besar korban jiwa dari pihak AS.
Pulau itu memiliki pertahanan berlapis dan Iran telah memindahkan sistem rudal permukaan-ke-udara berpemandu yang dioperasikan dari bahu (MANPAD) ke sana dalam beberapa pekan terakhir.
“Saya akan sangat khawatir tentang hal ini,” kata Laksamana purnawirawan James Stavridis, mantan Panglima Tertinggi Sekutu NATO yang sekarang menjabat sebagai analis militer CNN.
“Mereka akan melakukan segala yang mereka bisa untuk menimbulkan korban sebanyak mungkin pada pasukan AS di kapal-kapal, terutama begitu pasukan darat berada di wilayah kedaulatan mereka,” sambungnya.
Baca juga: Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Ogah Negosiasi dengan AS
Peringatan Iran untuk AS
Mohammad Bagher Ghalibaf diduga sedang dipertimbangkan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menjadi pemimpin Iran di masa depan.
Ketua parlemen Iran pada Rabu memperingatkan "musuh-musuh" negara itu agar tidak mencoba menduduki pulau-pulau Iran mana pun.
“Berdasarkan beberapa data, musuh-musuh Iran, dengan dukungan salah satu negara regional, sedang bersiap untuk menduduki salah satu pulau Iran,” tulis Mohammad Bagher Ghalibaf di X.
“Semua pergerakan musuh berada di bawah pengawasan penuh angkatan bersenjata kita. Jika mereka melanggar aturan, semua infrastruktur vital negara regional tersebut akan, tanpa batasan, menjadi sasaran serangan tanpa henti,” tambahnya.
Sebelumnya pada Ghalibaf juga mengkelaim sedang memantau dengan cermat semua pergerakan AS di kawasan, terutama penempatan pasukan.
Pulau Kharg terletak di ujung utara Teluk Persia, jauh dari Selat Hormuz tetapi sangat dekat dengan fasilitas minyak Iran.
Baca juga: Israel Klaim Serang Fasilitas Kapal Selam Iran, Teheran Balas Luncurkan Rudal
Pasukan khusus AS telah disiapkan
Dua Unit Ekspedisi Marinir, yang berspesialisasi dalam pendaratan amfibi respons cepat, serangan mendadak, dan misi penyerangan dari kapal amfibi Angkatan Laut, baru-baru ini telah dikerahkan ke Timur Tengah.
Unit-unit tersebut mencakup beberapa ribu Marinir bersama dengan kapal perang amfibi, aset penerbangan, dan kapal pendaratan.
Mereka kemungkinan besar akan terlibat dalam operasi untuk merebut Kharg, kata sumber tersebut.
Baca juga: Iran Ejek Trump Kalah Perang: Jangan Tutupi Kegagalan dengan Klaim Negosiasi
Sekitar 1.000 tentara AS dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat juga diperkirakan akan dikerahkan ke wilayah tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Orang lain yang mengetahui perencanaan militer AS mengatakan, Komando Pusat memiliki pengawasan udara yang hampir konstan dan terus-menerus terhadap pulau itu, sehingga militer dapat melihat perubahan fisik dan lingkungan di area yang tampaknya telah dipasangi jebakan.
Menurut Stavridis, serangan militer AS di pulau itu melemahkan beberapa sistem pertahanan udara dan lautnya.
Namun, pasukan AS tetap rentan terhadap serangan rudal balistik dan drone Iran.
Tag: #iran #pasang #pertahanan #berlapis #pulau #kharg #bersiap #hadapi #serangan