Pasukan Terjun Payung AS Menuju Timur Tengah, Bisa Sampai Iran dalam 18 Jam
Sebuah foto menunjukkan anggota Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS di Baghdad, Irak pada Januari 2005.(ANGKATAN DARAT AS via WIKIMEDIA COMMONS)
07:36
25 Maret 2026

Pasukan Terjun Payung AS Menuju Timur Tengah, Bisa Sampai Iran dalam 18 Jam

- Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon dikabarkan bakal mengirimkan ribuan personel militer dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat ke Timur Tengah. 

Dua sumber yang memahami masalah tersebut mengungkapkan kepada Reuters pada Selasa (24/3/2026) bahwa jumlah pasukan yang akan dikirim berkisar antara 3.000 hingga 4.000 prajurit. 

Para tentara yang bermarkas di Fort Bragg, North Carolina ini merupakan pasukan elitE yang dikenal spesialis dalam serangan terjun payung.

Baca juga: AS Kirim Proposal 15 Poin ke Iran untuk Akhiri Perang, Ini Isinya

Pasukan ini juga mampu dikerahkan dalam waktu 18 jam setelah perintah turun, sebagaimana dilansir Reuters.

Pengiriman pasukan ini dinilai dapat memperluas opsi militer AS, termasuk potensi pengerahan ke dalam wilayah Iran.

Mesmi demikian, sumber tersebut menegaskan belum ada keputusan final mengenai rencana pengerahan pasukan elite tersebut ke dalam wilayah Iran.

"Belum ada keputusan yang dibuat untuk mengirim pasukan ke dalam wilayah Iran itu sendiri," ujar salah satu sumber tersebut. 

Namun, dia menambahkan bahwa pengerahan ini bertujuan untuk membangun kapasitas bagi potensi operasi di masa depan di Timur Tengah.

Baca juga: Mossad Mengira Bisa Picu Pemberontakan di Iran, tapi Tak Pernah Terjadi

Kabar penguatan pasukan ini muncul selang sehari setelah Presiden AS Donald Trump menunda ancaman pengeboman terhadap pembangkit listrik Iran. 

Trump mengklaim telah melakukan pembicaraan yang produktif dengan pihak Iran.

Kendati demikian, klaim tersebut segera dibantah oleh Teheran yang menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan apa pun yang terjadi.

Hingga saat ini, konflik yang telah memasuki minggu keempat tersebut telah mengguncang pasar global. 

Sejak operasi militer AS dan Israel dimulai pada 28 Februari lalu, Washington setidaknya telah menyerang 9.000 target di dalam wilayah Iran.

Baca juga: Pentagon Pertimbangkan Terjunkan Pasukan Lintas Udara di Iran, Incar Pulau Kharg

Opsi strategis dan risiko politik

Pengerahan Divisi Lintas Udara ke-82 ini menyusul keputusan sebelumnya untuk mengirim ribuan marinir dan pelaut di atas kapal serbu amfibi USS Boxer, beserta unit ekspedisi marinir dan kapal perang pengiringnya.

Para pejabat AS sebelumnya mengungkapkan bahwa militer tengah meninjau berbagai opsi strategis.

Salah satunya adalah mengamankan Selat Hormuz dengan menempatkan pasukan di sepanjang garis pantai Iran.

Selain itu, AS juga meninjau rencana pengerahan pasukan darat ke Pulau Kharg, yang merupakan pusat bagi 90 persen ekspor minyak Iran.

Baca juga: Iran Tunjuk Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Baru, Penerus Ali Larijani

Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.AFP/ATTA KENARE Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.

Namun, langkah Trump untuk melibatkan pasukan darat, meskipun dalam misi terbatas, membawa risiko politik yang besar. 

Hal ini bertolak belakang dengan janji kampanye Trump untuk menghindari keterlibatan AS dalam konflik baru di Timur Tengah.

Dukungan publik AS terhadap agresi militer ini pun terpantau terus menurun. 

Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Selasa, tingkat persetujuan warga AS terhadap serangan ke Iran turun menjadi 35 persen dari 37 persen pada pekan lalu. 

Sebaliknya, sebanyak 61 persen responden menyatakan tidak setuju dengan serangan tersebut.

Baca juga: Negara Teluk Disebut Semakin Dekat Bergabung dalam Perang Lawan Iran

Tag:  #pasukan #terjun #payung #menuju #timur #tengah #bisa #sampai #iran #dalam

KOMENTAR