Perang Israel dan Hizbullah Memanas, Markas Besar Pasukan PBB Jadi Sasaran
Petugas dari Pasukan Penjaga Perbatasan PBB di Lebanon (UNIFIL) tampak sedang berpatroli di sepanjang tembok perbatasan yang memisahkan wilayah Israel dengan Lebanon.(AFP / MAHMOUD ZAYYAT)
15:06
24 Maret 2026

Perang Israel dan Hizbullah Memanas, Markas Besar Pasukan PBB Jadi Sasaran

- Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Senin (23/3/2026) mengumumkan, markas besarnya di Naqura telah terkena proyektil.

Serangan ini kemungkinan diluncurkan oleh "aktor non-negara", setelah Hizbullah menyatakan telah menargetkan pasukan Israel di kota yang sama.

Sejak Sabtu (21/3/2026), kota pesisir di ujung selatan Lebanon yang berbatasan dengan Israel, telah menjadi salah satu titik konflik antara Hizbullah dan tentara Israel.

Baca juga: Hemat Biaya Perang, Israel Mulai Pakai Amunisi Lama untuk Serang Iran

"Tepat sebelum tengah hari tadi, sebuah proyektil menghantam sebuah bangunan di dalam markas besar kami," kata UNIFIL dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP. 

"Pasukan penjaga perdamaian yang memiliki keahlian dalam penjinakan bahan peledak sedang berupaya menanganinya. Kami yakin bom itu ditembakkan oleh aktor non-negara," sambungnya.

Pernyataan UNIFIL tersebut muncul setelah Hizbullah mengeklaim setidaknya dua serangan pada Senin terhadap pasukan Israel di Naqura. 

Serangan pertama terjadi pada pukul 11.00 pagi waktu setempat, dengan menargetkan perkumpulan tentara musuh Israel di sekitar gedung pemerintahan kota Naqura. 

Baca juga: Diduga Diincar Trump untuk Pimpin Iran, Siapa Mohammad Bagher Ghalibaf?

"Serangan kedua pada pukul 13.00, menargetkan perkumpulan serupa di dekat sekolah Naqura," bunyi pernyataan itu.

Setelah gencatan senjata pada November 2024 untuk mengakhiri perang sebelumnya dengan Hizbullah, Israel mempertahankan pasukan di lima posisi, termasuk desa Labbouneh, yang hanya berjarak tiga kilometer dari Naqura.

Pada Sabtu, Hezbollah mengatakan pasukannya telah menargetkan tentara Israel di sepanjang perbatasan, termasuk di Naqura.

UNIFIL mengaku telah mengamati selama 48 jam terakhir tembakan dan ledakan hebat di dalam dan sekitar Naqura, dekat markas besarnya.

Baca juga: Bawa 125 Orang, Pesawat Militer Kolombia Jatuh Saat Lepas Landas

"Peluru, pecahan, dan serpihan telah mengenai bangunan dan area terbuka di dalam markas kami, sehingga membahayakan pasukan penjaga perdamaian," kata mereka.

Pasukan tersebut mengingatkan semua pihak terkait tentang tanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.

"Kami menegaskan kembali bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik ini," tegas UNIFIL.

"Kami mendesak para aktor untuk meletakkan senjata mereka dan berkomitmen untuk bekerja menuju solusi jangka panjang, sebelum lebih banyak orang terluka," pungkasnya.

Tag:  #perang #israel #hizbullah #memanas #markas #besar #pasukan #jadi #sasaran

KOMENTAR