Pakistan-Afghanistan Perang, Dunia Melerai dan Serukan Perdamaian
Personel keamanan Taliban mengoperasikan senjata anti-pesawat saat berjaga mengamati serangan udara Pakistan di Durand Line, Distrik Gurbuz, Provinsi Khost, Jumat (27/2/2026) ketika perang Pakistan-Afghanistan pecah.(AFP)
07:24
28 Februari 2026

Pakistan-Afghanistan Perang, Dunia Melerai dan Serukan Perdamaian

- Perang terbuka antara Pakistan dan Taliban di Afghanistan memicu kekhawatiran global. 

Pakistan membombardir Kabul dan sejumlah kota di Afghanistan pada Jumat (27/2/2026) dini hari.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif bahkan menyebut negaranya saat ini sedang berada dalam kondisi "perang terbuka" dengan tetangganya tersebut.

Baca juga: Pakistan-Afghanistan Perang, Iran Ikut Bergerak

Sejumlah negara besar dan organisasi internasional menyerukan kedua belah pihak berhenti bermusuhan, sebagaimana dilansir WION.

China, melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning, menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang terjadi setelah Pakistan membom kota-kota besar di Afghanistan, termasuk Kabul.

Beijing menegaskan pihaknya terus berkomunikasi dengan kedua belah pihak guna mengakhiri bentrokan kekerasan tersebut.

"China menyerukan kepada kedua belah pihak untuk tetap tenang, menahan diri, mencapai gencatan senjata sesegera mungkin, dan menghindari pertumpahan darah lebih lanjut," ujar Mao Ning dalam konferensi pers rutin.

Mao menambahkan, China secara konsisten melakukan mediasi melalui salurannya sendiri dan siap memainkan peran konstruktif untuk meredakan ketegangan. 

Kedutaan Besar China di Pakistan dan Afghanistan juga dilaporkan tengah bekerja sama dengan pihak-pihak terkait di kedua negara.

Baca juga: Usai Kabul Dibombardir, Pakistan-Afghanistan Bentrok di Perbatasan

Desakan internasional

Tentara Pakistan berpatroli di pos perbatasan Chaman yang memisahkan negara itu dengan Afghanistan, Jumat (27/2/2026). Perang Pakistan-Afghanistan pecah pada hari itu setelah pasukan Islamabad membombardir Kabul lewat serangan udara.AFP/ABDUL BASIT Tentara Pakistan berpatroli di pos perbatasan Chaman yang memisahkan negara itu dengan Afghanistan, Jumat (27/2/2026). Perang Pakistan-Afghanistan pecah pada hari itu setelah pasukan Islamabad membombardir Kabul lewat serangan udara.

Senada dengan China, Rusia melalui Kementerian Luar negerinya juga mendesak Afghanistan dan Pakistan untuk segera menghentikan serangan. 

Mengutip kantor berita RIA, Moskwa meminta kedua negara menyelesaikan perbedaan pendapat melalui jalur diplomatik.

Seruan serupa datang dari Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk. 

Dia mengimbau adanya dialog antara kedua negara di tengah laporan jatuhnya korban jiwa akibat serangan udara dan bentrokan di perbatasan.

Iran, sebagai negara tetangga, menawarkan bantuan mediasi. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut bahwa bertepatan dengan bulan Ramadhan, ini adalah momen terbaik untuk berdamai.

Baca juga: Awal Mula Perang Pakistan-Afghanistan, Puncak Bentrokan Berbulan-bulan

"Sangat tepat bagi Afghanistan dan Pakistan untuk mengelola dan menyelesaikan perbedaan yang ada dalam kerangka bertetangga yang baik dan melalui jalur dialog," kata Araghchi.

Dia menegaskan bahwa Iran siap memfasilitasi dialog guna memperkuat pemahaman dan kerja sama antara Islamabad dan Kabul.

Dukungan untuk perdamaian juga disuarakan oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. 

Dia menyatakan keprihatinan serius atas konflik terbuka antara dua negara Muslim tersebut.

"Malaysia menyerukan kepada Pakistan dan Afghanistan untuk menahan diri secara maksimal dan segera menghentikan semua operasi militer," tegas Anwar.

Baca juga: Media Afghanistan Sebut Jet F-16 Pakistan Ditembak Jatuh Taliban

Anwar menambahkan bahwa masalah keamanan Pakistan dan kedaulatan wilayah Afghanistan harus sama-sama dihormati. 

"Dua kepentingan ini tidak bertentangan. Keduanya hanya bisa didamaikan di meja perundingan," lanjutnya.

Sementara itu itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga berharap agar perang antara Afghanistan dan Pakistan bisa diselesaikan dengan dialog. 

"Tentu terkait dengan perkembangan eh antara Pakistan dan Afghanistan, Indonesia berharap bahwa kedua negara ini bisa menyelesaikan permasalahan secara damai, mengedepankan dialog, dan melakukan deeskalasi," kata Juru Bicara Kemenlu Vahd Nabyl.

Baca juga: Perang Pecah, Begini Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan-Afghanistan

Kritik internal

Personel keamanan Taliban berjaga di dekat pos perbatasan Torkham, Provinsi Nangarhar, perbatasan Pakistan-Afghanistan, Jumat (27/2/2026). Perang Pakistan-Afghanistan pecah pada hari itu setelah pasukan Islamabad membombardir Kabul.AFP/AIMAL ZAHIR Personel keamanan Taliban berjaga di dekat pos perbatasan Torkham, Provinsi Nangarhar, perbatasan Pakistan-Afghanistan, Jumat (27/2/2026). Perang Pakistan-Afghanistan pecah pada hari itu setelah pasukan Islamabad membombardir Kabul.

Dari sisi internal, Ketua Jamiat Ulema-e-Islam Pakistan, Maulana Fazlur Rehman, mendesak negara-negara pencinta damai di kawasan untuk melakukan intervensi diplomatik.

Menurutnya, manuver militer bukanlah solusi, melainkan hanya akan memperburuk masalah yang ada.

"Upaya diplomatik dapat membuka jalan bagi solusi jangka panjang terhadap masalah ini. Manuver militer bukanlah jalan menuju penyelesaian, melainkan justru memperburuk keadaan," ujar Rehman.

Baca juga: Kesabaran Pakistan ke Afghanistan Habis, Bom Kabul dan Nyatakan Perang Terbuka

Tag:  #pakistan #afghanistan #perang #dunia #melerai #serukan #perdamaian

KOMENTAR