Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Suara.com/Novian)
08:57
19 Mei 2026

Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Primus Yustisio, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Bank Indonesia (BI). Hal ini terkait merosotnya nilai tukar rupiah yang kian mengkhawatirkan.

Dalam interupsi yang cukup keras, Primus menilai bahwa bank sentral saat ini telah kehilangan kepercayaan (trust) dan mengabaikan kredibilitasnya dalam menjaga stabilitas moneter nasional di tengah gejolak ekonomi global.

Primus menyoroti perbandingan drastis mata uang euro yang pada 2006 silam masih berada di level Rp7.000, namun kini melonjak hampir menyentuh Rp20.000.

Ia pun secara terbuka menantang Gubernur BI, Perry Warjiyo, untuk menunjukkan sikap ksatria menghadapi kondisi ekonomi Indonesia yang semakin tertekan.

Bahkan, politisi PAN ini secara gamblang menyarankan Perry untuk mengundurkan diri demi kehormatan lembaga, sebagaimana budaya kepemimpinan di Jepang atau Korea Selatan.

"Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia, sebagai tokoh utamanya, harus gentleman, Pak. Harus berani melawan. Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri. Itu bukan sikap penghinaan, Anda akan lebih dihormati seperti di Korea atau di Jepang jika tidak bisa melakukan tugas dengan baik," ujar Primus dalam rapat kerja dengan Gubernur BI di Gedung DPR, Senin (18/5/2026).

5 Fakta Kritik Primus Yustisio Soal LPDP, Singgung Tentang Keponakan (Youtube)Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Primus Yustisio. (Youtube)

Kritik tersebut bukan tanpa alasan. Primus memaparkan fakta bahwa indeks pasar modal Indonesia masih menunjukkan tren negatif dibandingkan negara lain yang sudah mulai bangkit.

Menurutnya, sejak pecahnya konflik global pada Februari lalu, bursa saham dunia mayoritas telah mengalami rebound ke zona hijau. Namun, kondisi di Indonesia justru berbanding terbalik dengan koreksi yang cukup dalam.

"Dunia sudah rebound, bahkan sudah plus. Namun, Indonesia saat ini masih minus lebih dari 20 persen. Ini yang membuat global mempertanyakan kualitas Bank Indonesia sebagai bank sentral kita. Saya harus mempertanyakan hal ini secara tajam," tegasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa pelemahan ini hanya terjadi terhadap dolar Amerika Serikat semata. Primus membeberkan fakta ironis bahwa rupiah justru melemah secara menyeluruh terhadap hampir semua mata uang asing di berbagai kawasan.

Dia menekankan bahwa pelemahan rupiah saat ini sudah mencapai level rekor terendah yang sangat berisiko bagi stabilitas bank sentral.

Ia mengingatkan bahwa mata uang Garuda tidak hanya takluk terhadap dolar, tetapi juga keok melawan dolar Singapura, dolar Australia, ringgit Malaysia, riyal Arab Saudi, hingga dolar Hong Kong.

Kondisi ini dipandang sebagai sinyal bahaya bagi krisis ekonomi jika otoritas moneter tidak segera mengambil langkah yang luar biasa.

"Tapi faktanya dan ironisnya Pak, ini terhadap semua mata uang. Kita melemah terhadap Singapura, terhadap Australia, terhadap ringgit, terhadap Rial, apalagi Hongkong, dolar dan euro," tegasnya.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #rupiah #terpuruk #desak #gubernur #perry #warjiyo #mundur

KOMENTAR