IHSG Hari Ini Diproyeksi Menguat, Investor Ritel Bisa Cermati Saham ADMR, ARCI, PTBA
Ilustrasi saham. (PIXABAY/SERGEI TOKMAKOV)
07:22
19 Mei 2026

IHSG Hari Ini Diproyeksi Menguat, Investor Ritel Bisa Cermati Saham ADMR, ARCI, PTBA

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Selasa (19/5/2026), setelah indeks ditutup melemah 1.85 persen ke level 6.599,250 pada Senin.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG berpeluang menguat dengan level support di 6.492 dan resistance di 6.705. Penguatan tersebut didorong potensi technical rebound setelah indeks mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, pasar domestik masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal dan domestik, terutama pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, serta fluktuasi harga minyak mentah dunia.

“Untuk besok (Selasa) kami perkirakan IHSG berpeluang menguat dengan support 6.492 dan resist 6.705. Dimana kami perkirakan akan terjadi technical rebound, untuk sentimen diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah dan pergerakan harga komoditas minyak mentah,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Senin malam (18/6/2026).

Baca juga: IHSG Tertekan Hebat, Ini Sektor yang Masih Berpotensi Cuan Saat Pasar Panik

Di sisi lain, investor masih akan mencermati dampak dari rebalancing indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell terhadap pergerakan pasar saham domestik.

Sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati investor ritel pada perdagangan Selasa antara lain;

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan kisaran harga Rp 1.820- Rp 2.010, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dengan target harga Rp 1.385- Rp 1.525, serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dengan target harga Rp 925- Rp 9.225.

Sementara itu, pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai di tengah koreksi IHSG, ada beberapa sektor yang relatif lebih defensif dan masih berpotensi memberikan peluang cuan.

Sektor energi dan komoditas berbasis batu bara serta minyak masih menjadi salah satu sektor yang diuntungkan dari lonjakan harga energi global akibat konflik Timur Tengah.

Saham-saham seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), hingga PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) relatif lebih kuat dibandingkan sektor lainnya karena pasar melihat potensi kenaikan pendapatan dari harga komoditas yang tinggi.

Selain itu, sektor telekomunikasi seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga mulai dilirik kembali karena dianggap defensif, memiliki cash flow stabil, dan menjadi tempat berlindung ketika pasar volatil.

“Sektor consumer defensive dan kesehatan juga dinilai berpotensi lebih tahan terhadap tekanan karena konsumsi masyarakat tetap berjalan meski ekonomi melambat,” tukas Hendra.

Sebaliknya, sektor yang sangat sensitif terhadap suku bunga tinggi, pelemahan rupiah, dan penurunan likuiditas pasar kemungkinan masih akan mengalami tekanan cukup berat.

Saham-saham berbasis konglomerasi, properti, bahan baku, hingga emiten yang memiliki utang dollar AS besar dinilai lebih rentan selama kondisi global belum stabil.

Baca juga: IHSG, Rupiah, dan Ujian Institusi Politik

Menurutnya, IHSG sedang berada dalam fase yang menantang, tetapi belum berarti pasar modal kehilangan masa depannya. Pasar dinilai hanya sedang memasuki fase repricing besar akibat kombinasi tekanan global dan domestik yang datang bersamaan.

Dalam jangka pendek, volatilitas masih akan sangat tinggi dan risiko koreksi lanjutan tetap ada. Namun, bagi investor jangka panjang, fase seperti ini justru mulai membuka peluang akumulasi pada saham-saham berkualitas dengan valuasi yang lebih murah.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #ihsg #hari #diproyeksi #menguat #investor #ritel #bisa #cermati #saham #admr #arci #ptba

KOMENTAR