IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terus mengalami tekanan di tengah dinamika pasar modal yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa fluktuasi yang terjadi saat ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global yang dinamis serta akumulasi sentimen selama periode libur bursa domestik.
Jeffrey menjelaskan bahwa pelemahan IHSG hari ini masih selaras dengan tren yang terjadi di bursa internasional, terutama kawasan Asia.
Menurutnya, saat pasar modal Indonesia libur pada hari Kamis dan Jumat lalu, bursa global telah lebih dulu mengalami koreksi pasar.
Akumulasi dari penurunan di pasar global tersebut, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan pada hari ini, membuat posisi indeks domestik tampak mengalami penurunan yang cukup tajam namun tetap dalam kategori wajar secara teknis.
"Kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini, itu sama dengan koreksi yang kita alami. Jadi saya rasa masih inline dengan global market," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/5/2026).
Pjs Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. [Suara.com/Rina]Mengingat tingkat ketidakpastian yang masih cukup tinggi, Jeffrey mengimbau para pelaku pasar untuk tidak bereaksi secara berlebihan.
Ia menekankan, pentingnya menjaga psikologi investasi dengan tidak melakukan tindakan panik (panic selling).
Sebaliknya, investor diharapkan tetap berpegang pada analisis fundamental dan menyesuaikan langkah mereka dengan kondisi pasar yang ada.
"Kami tidak bosan-bosannya mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, dan menganalisis secara cermat. Atur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing karena kondisi pasar sangat dinamis," tambahnya.
Terkait aliran modal, Jeffrey menegaskan bahwa BEI terus melakukan upaya terbaik agar investor asing tetap bertahan dan berpartisipasi dalam jangka panjang di pasar modal Indonesia.
Kehadiran investor asing ini juga didorong untuk bersinergi dengan pertumbuhan investor retail domestik yang terus menunjukkanntren positif.
Berdasarkan data terbaru hingga Rabu pekan lalu, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat telah menembus angka 27 juta investor.
Lonjakan partisipasi ini, yang dibarengi dengan penguatan peran institusi domestik, diharapkan dapat memperdalam likuiditas pasar kita.
Jeffrey menegaskan bahwa seluruh langkah strategis yang dilakukan otoritas bursa saat ini adalah bagian dari upaya perbaikan jangka panjang agar Bursa Efek Indonesia menjadi instrumen investasi yang tangguh dalam menghadapi berbagai profil risiko global.
"Tentu kita harapkan pasar kita akan lebih dalam Itu yang kita harapkan Jadi apa yang kita lakukan sekarang Upaya-upaya yang dengan sangat serius kita lakukan sekarang adalah untuk upaya perbaikan jangka panjang dari pasar kita," tegasnya.