IHSG Anjlok 1,85 Persen, Asing Net Sell Rp 460 Miliar, 5 Saham Ini Dicampakan
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,85 persen atau turun 124 poin ke level 6.599 pada perdagangan Senin (18/5/2026). Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan jual investor asing yang masih cukup besar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan net sell atau jual bersih sebesar Rp 460 miliar. Tekanan jual asing terutama terjadi pada sejumlah saham berbasis komoditas dan saham konglomerasi.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham dengan aksi jual asing terbesar mencapai Rp 315 miliar. Selanjutnya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan net sell Rp 153 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 149 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 77 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 68 miliar.
Baca juga: DSSA Diprediksi Didepak dari FTSE Russell, Potensi Tekanan Jual Asing Melonjak
Saham DSSA ambruk 14,98 persen atau turun 155 poin ke level Rp 880 dan langsung terkunci di zona auto rejection bawah (ARB). Saham DSSA dibuka di posisi Rp 945 dan sempat berada di angka tertinggi yang sama sebelum akhirnya jatuh ke area terendah sekaligus batas ARB di Rp 880.
Nilai transaksi saham DSSA mencapai Rp 102,99 miliar dengan volume perdagangan sekitar 1,17 juta lot.
Saham AMMN juga terperosok tajam setelah turun 14,86 persen atau melemah 550 poin ke Rp 3.150. Saham AMMN dibuka di Rp 3.580 dan sempat bergerak di area tertinggi Rp 3.590, sebelum akhirnya menyentuh level ARB di Rp 3.150.
Nilai transaksi saham AMMN mencapai Rp 325,06 miliar dengan volume perdagangan sekitar 1,01 juta lot.
Kemudian, saham BREN ditutup melemah tipis 0,31 persen atau turun 10 poin ke level Rp 3.190. Meski sempat bergerak volatil dan menyentuh angka tertinggi Rp 3.410, saham BREN akhirnya kehilangan momentum penguatan dan kembali bergerak di area Rp 3.100-an.
Nilai transaksi saham BREN mencapai Rp 432,49 miliar dengan frekuensi perdagangan 27.920 kali.
Tekanan juga terjadi pada saham ANTM yang anjlok 9,71 persen atau turun 340 poin ke level Rp 3.160. Saham ANTM sempat dibuka di posisi Rp 3.230 dan bergerak melemah hingga menyentuh area terendah Rp 3.040, sebelum sedikit pulih menjelang penutupan perdagangan.
Nilai transaksi ANTM mencapai Rp 964,07 miliar dengan volume perdagangan 3,05 juta lot dan frekuensi 77.760 kali.
Sementara itu, saham ADRO ditutup melemah 2,38 persen atau turun 60 poin ke level Rp 2.460. Saham ADRO cenderung bergerak dalam tren turun sepanjang perdagangan setelah dibuka di angka Rp 2.500 dan sempat menyentuh area terendah Rp 2.410.
Nilai transaksi ADRO menyentuh Rp 250,09 miliar dengan volume perdagangan 1,02 juta lot.
Di tengah tekanan pasar, investor asing masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham perbankan dan telekomunikasi berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net buy atau beli bersih terbesar senilai Rp 107 miliar, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 85 miliar.
Disusul, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 59 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 57 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 52 miliar.
Tag: #ihsg #anjlok #persen #asing #sell #miliar #saham #dicampakan