Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Diproyeksi Masih Anjlok
IHSG Diproyeksikan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  [Suara.com/Rina Anggraeni].
07:53
12 Mei 2026

Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Diproyeksi Masih Anjlok

Jelang pengumumaan Rebalancing MSCI, mayoritas analis memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi tekanan pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026.

Sentimen dari dalam dan luar negeri dinilai masih menjadi penghambat laju indeks, meski peluang rebound jangka pendek tetap terbuka.

Berdasarkan riset BRI Danareksa, IHSG pada perdagangan Senin (11/5/2026) ditutup melemah 0,92 persen ke level 6.905,6. Pelemahan dipicu aksi jual investor asing yang masih dominan dengan nilai net foreign sell mencapai Rp659 miliar di pasar reguler.

Tim riset BRI Danareksa menjelaskan, pasar sempat mendapat sentimen positif setelah adanya penundaan rencana kenaikan tarif royalti tambang. Namun optimisme tersebut tidak bertahan lama setelah pemerintah memastikan penyesuaian royalti tetap mulai berlaku pada Juni 2026.

 IHSG melompat signifikan ke level 8.047, menguat 124 poin atau 1,57% pada Sesi I Selasa (3/2/2026). Pergerakan ini terbilang impresif mengingat IHSG sempat terseok di jalur merah pada pembukaan pagi tadi di level 7.888. Foto Rina-Suara.comIHSG Diproyeksikan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  [Suara.com/Rina Anggraeni].

"Secara teknikal, IHSG masih menguji area support penting di kisaran 6.850–6.960. Selama level tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka, namun jika ditembus maka risiko pelemahan lanjutan akan meningkat," tulis riset BRI Danareksa, Selasa (12/5/2026).

Dari eksternal, tekanan datang dari pelemahan mayoritas bursa Asia yang dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah dunia. Kondisi tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal damai Iran.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang bertengger di atas Rp17.400 per dolar Amerika Serikat turut membebani pasar domestik.

Pelaku pasar juga tengah mencermati sejumlah sentimen penting, mulai dari data penjualan ritel Indonesia, inflasi Amerika Serikat, hingga rebalancing MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026.

BRI Danareksa merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati investor, yakni PANI, PNLF, dan RAJA.

Sementara itu, riset Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak melemah terbatas pada perdagangan hari ini.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.850 – 7.000," tulis Pilarmas dalam risetnya.

Pilarmas mencatat pada perdagangan Senin (11/5/2026), IHSG turun 63,78 poin atau 0,92 persen ke level 6.905.

Sektor infrastructures menjadi penopang utama dengan penguatan 1,52 persen, sementara sektor transportation & logistic menjadi yang paling tertekan setelah melemah 2,88 persen.

Adapun saham-saham yang masuk dalam rekomendasi Pilarmas antara lain INCO, JPFA, dan SMRA.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #jelang #pengumuman #rebalancing #msci #ihsg #diproyeksi #masih #anjlok

KOMENTAR