Rebalancing MSCI, IHSG Rawan Koreksi, Ritel Bisa Cermati Saham ANTM, PTRO, PTBA
Ilustrasi saham, pergerakan saham. (SHUTTERSTOCK/SHUTTER_O)
06:32
12 Mei 2026

Rebalancing MSCI, IHSG Rawan Koreksi, Ritel Bisa Cermati Saham ANTM, PTRO, PTBA

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan terkoreksi pada Selasa (12/5/2026), atau saat pengumuman hasil rebalancing indeks global oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi IHSG pada perdagangan Selasa masih cenderung terbatas. Indeks dinilai memiliki peluang untuk menguat, namun tetap dibayangi potensi koreksi sehingga pergerakannya akan fluktuatif.

Secara teknikal, area support IHSG diprediksi berada di level 6.889, sedangkan resistance di kisaran 6.935.

Pergerakan pasar modal pada Selasa akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan domestik, terutama rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Baca juga: Apa Biang Kerok IHSG Anjlok Jelang Rebalancing MSCI?

Selain itu, pasar juga menanti hasil pengumuman rebalancing indeks global dari MSCI yang berpotensi mempengaruhi arus dana asing di bursa efek Tanah Air.

Di dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih menjadi perhatian pelaku pasar di tengah tekanan eksternal yang belum mereda.

Sementara itu, pergerakan saham-saham sektor tambang juga diperkirakan masih akan menjadi fokus investor, seiring fluktuasi harga komoditas global dan tingginya sensitivitas sektor tersebut terhadap sentimen pasar.

“Untuk besok (Selasa) kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dan rawan koreksi dgn support 6889 dan resist 6935. Kami perkirakan akan dipengaruhi dgn adanya rilis data inflasi AS dan pengumuman MSCI, sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan pergerakan emiten tambang masih menjadi cermatan,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Senin malam (11/5/2026).

Baca juga: Besok Pengumuman Rebalancing MSCI, Danantara Sebut Pasar Modal RI Makin Membaik

Dengan mempertimbangkan kondisi itu, Herditya menilai investor ritel dapat mencermati beberapa saham untuk perdagangan Selasa. Berikut daftarnya;

Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diproyeksikan bergerak pada kisaran harga Rp 970 hingga Rp 1.010.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperkirakan bergerak di rentang Rp 3.890 sampai Rp 4.110. Lalu, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) diperkirakan bergerak di area Rp 5.575 hingga Rp 6.675.

Lebih jauh, pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai IHSG masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi melemah di kisaran support 6.865-6.890 dan resistance 6.920-6.945.

Secara teknikal, IHSG masih cukup rentan karena belum mampu kembali menembus area 7.000 secara meyakinkan. Selama IHSG masih berada di bawah area resistance 6.945-7.000, maka tekanan jangka pendek masih berpotensi berlanjut.

Namun apabila sentimen global mulai mereda dan hasil review MSCI tidak memberikan kejutan negatif tambahan, maka IHSG berpeluang rebound teknikal terbatas.

Menurutnya, fokus pasar pada perdagangan Selasa diperkirakan tetap tertuju pada hasil MSCI review, perkembangan geopolitik Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, serta arah pergerakan rupiah dan foreign flow.

“Jika rupiah mulai stabil dan tekanan jual asing berkurang, peluang technical rebound akan semakin terbuka,” ujar Hendra kepada Kompas.com.

Untuk strategi perdagangan jangka pendek, investor ritel bisa mencermati saham-saham berbasis defensif dan komoditas yang masih menunjukkan kekuatan relatif dibanding IHSG.

Saham perkebunan seperti PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dinilai menarik dicermati dengan rekomendasi trading buy dan target harga di area Rp 1.625 seiring ekspektasi penguatan harga CPO dan karakter defensif sektor perkebunan di tengah pelemahan pasar.

Selain itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga menarik untuk speculative buy dengan target Rp 2.970, didukung harga batu bara yang masih relatif tinggi dan valuasi yang mulai murah setelah koreksi.

Dari sektor konsumsi dan retail, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) direkomendasikan trading buy dan target Rp 1.600, karena berpotensi mendapat aliran dana rotasi ke sektor domestik konsumsi menjelang libur panjang.

Investor tetap disarankan menjaga disiplin trading dan membatasi posisi secara bertahap mengingat volatilitas pasar global masih cukup tinggi dalam jangka pendek.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #rebalancing #msci #ihsg #rawan #koreksi #ritel #bisa #cermati #saham #antm #ptro #ptba

KOMENTAR