Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai tancap gas dalam memperkuat fondasi ekonomi pedesaan. Tak main-main, para pengelola Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih terpilih nantinya tidak hanya dibekali ilmu manajemen, tetapi juga akan menjalani pelatihan dasar kemiliteran melalui Komponen Cadangan (Komcad).
Langkah progresif ini diambil sebagai strategi pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan disiplin dalam mengelola program prioritas ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa pelatihan berlapis ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi nasional. Setelah melewati tes kompetensi, mental ideologi, hingga kesehatan, para peserta akan memasuki fase penggemblengan fisik dan mental.
"Pengumuman hasil tes akhir dijadwalkan 7 Juni 2026. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pelatihan dasar kemiliteran Komcad serta pelatihan manajerial dan kompetensi bidang," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menurut Zulhas, pemerintah tidak sekadar mencari tenaga administratif biasa. Fokus utamanya adalah membangun kader penggerak ekonomi desa yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kesiapan organisasi yang matang.
Nantinya, setelah lulus dari "kawah candradimuka" Komcad, peserta akan didalami dengan kemampuan strategis seperti manajemen distribusi pangan, penyaluran subsidi, hingga pengelolaan hasil produksi lokal.
Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus berperan sebagai offtaker (pembeli siaga) hasil pertanian dan perikanan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan nelayan.
"Kalau harga gabah ditentukan Rp6.500 tetapi di pasar jatuh, Kopdes harus bisa beli. Jadi dia offtaker," tegas Zulhas.
Tak hanya itu, koperasi ini akan memegang peran vital dalam memutus rantai distribusi bantuan sosial yang selama ini kerap tidak tepat sasaran. Mulai dari pupuk subsidi, gas melon, hingga bantuan sosial seperti PKH, nantinya akan disalurkan melalui satu pintu di Kopdes atau Kelurahan Merah Putih.
Sebagai informasi, program ambisius ini membuka 35.476 formasi yang terdiri dari 30.000 manajer Kopdes dan 5.476 pegawai Kampung Nelayan. Tingginya minat masyarakat terlihat dari membludaknya pendaftar yang mencapai 639.732 orang. Saat ini, para peserta tengah bertarung dalam tes kompetensi berbasis CAT di 72 titik di seluruh Indonesia.
Tag: #pengelola #kopdes #merah #putih #bakal #digembleng #latihan #komcad