Rights Issue dan Buyback Saham Disetujui, TBS (TOBA) Perkuat Permodalan
– PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk menjajaki aksi korporasi melalui penawaran umum terbatas (rights issue) dan melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026, Kamis (16/4/2026).
Persetujuan tersebut menjadi bagian dari langkah perseroan dalam memperkuat struktur permodalan serta menjaga fleksibilitas pendanaan di tengah rencana pengembangan bisnis berkelanjutan.
Dalam keterangannya, manajemen menyebutkan rights issue disiapkan sebagai opsi strategis untuk memperkuat struktur keuangan perseroan, terutama dalam mendukung pengembangan proyek-proyek hijau ke depan.
Baca juga: Ancaman Krisis Energi, TOBA Andalkan Ekosistem Electrum
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan divestasi dua aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas total 200 MW.
“Sebagai bagian dari pengelolaan modal yang pruden, perseroan juga telah mendapatkan persetujuan untuk menjajaki Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue). Langkah ini dipersiapkan guna memberikan ruang bagi Perseroan dalam memperkuat struktur keuangan apabila diperlukan untuk mendukung proyek-proyek hijau di masa mendatang,” kata TOBA dalam siaran pers.
Selain itu, perseroan juga mengumumkan program pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal.
Manajemen menilai langkah buyback tersebut mencerminkan keyakinan terhadap fundamental perusahaan serta prospek pertumbuhan jangka panjang.
“Bersamaan dengan itu, perseroan mengumumkan Program Pembelian Kembali Saham (buyback saham), sebuah langkah yang menegaskan keyakinan manajemen terhadap fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan,” tulis perseroan.
Baca juga: Isu Kepemilikan Saham TPL Mencuat, Luhut Minta Operasional Dihentikan hingga Beda dengan TOBA
Kegiatan bisnis PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).
Direktur Utama TBS Energi Utama, Dicky Yordan, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemegang saham terhadap seluruh agenda yang diajukan dalam RUPS.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kepercayaan yang diberikan para pemegang saham terhadap visi dan strategi jangka panjang TBS,” ujar Dicky.
Ia menambahkan, persetujuan tersebut dinilai akan memperkuat fondasi Perseroan dalam melanjutkan transformasi bisnis ke arah energi berkelanjutan.
“Persetujuan atas seluruh agenda RUPS ini memperkuat fondasi kami untuk melanjutkan transformasi sebagai perusahaan energi berkelanjutan yang tangguh dan kompetitif. Setiap keputusan yang diambil hari ini dirancang untuk mendukung pencapaian milestone TBS2030 sambil memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” kata dia.
Baca juga: Sering Disangka Sama, Ini Perbedaan PT Toba Pulp Lestari dan PT TBS Energi Utama (TOBA)
Dalam RUPST dan RUPSLB tersebut, pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda lain, termasuk penggunaan saldo laba tahun buku 2025 untuk cadangan wajib dan pembagian dividen.
Manajemen menyebut, keputusan pembagian dividen tersebut mencerminkan keyakinan terhadap fundamental arus kas perusahaan.
“Keputusan pembagian dividen ini merupakan cermin dari kepercayaan fundamental manajemen terhadap kekuatan arus kas perusahaan dan komitmen berkelanjutan untuk memberikan nilai nyata bagi pemegang saham, meskipun menghadapi tantangan makro ekonomi pada periode ini,” tulis manajemen.
Selain agenda permodalan, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris.
Baca juga: TOBA Siapkan Buyback Saham Rp 586 Miliar, Target 10 Persen Saham Beredar
Bacelius Ruru mengundurkan diri dari posisi Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen dan digantikan oleh Ahmad Fuad Rahmany yang akan menjabat hingga 2028.
Pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) di Lampung milik PT TBS Energi Utama Tbk.
Perseroan juga mengangkat Judy Lee sebagai Komisaris Independen dengan masa jabatan hingga 2030, serta menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota direksi.
Dicky menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bacelius Ruru dalam perjalanan transformasi perusahaan.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bacelius Ruru atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengiringi perjalanan transformasi TBS. Bergabungnya Ibu Judy Lee dan kepemimpinan baru Bapak Fuad Rahmany akan membawa perspektif segar dalam transisi kami sebagai perusahaan hijau yang berfokus pada pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik,” ujar dia.
Baca juga: TOBA Bakal Buyback Saham, Siapkan Dana Rp 586,27 Miliar
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui berbagai agenda administratif, termasuk pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 yang telah diaudit, penunjukan auditor independen, serta perubahan Anggaran Dasar.
Selain itu, RUPS memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris terkait penetapan remunerasi serta kepada Direksi dalam pelaksanaan program kepemilikan saham manajemen dan/atau karyawan (MESOP).
Manajemen menyatakan, dengan struktur permodalan yang lebih kuat dan dukungan pemegang saham, Perseroan siap melanjutkan fase berikutnya dari transformasi bisnis menuju target jangka panjang.
“Dengan modal yang lebih kuat, struktur organisasi yang optimal, dan alignment yang solid antara manajemen, karyawan, dan pemegang saham, TBS siap untuk memasuki fase berikutnya dari perjalanan transformasi menuju 2030,” demikian keterangan Perseroan.
Tag: #rights #issue #buyback #saham #disetujui #toba #perkuat #permodalan