Harga Emas Dunia Turun Saat Dollar AS Menguat, Peluang Beli Bergantung Arah Suku Bunga
- Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Senin (13/4/2026) waktu setempat atau Selasa (14/4/2026) pagi WIB, tertekan penguatan dollar AS serta meningkatnya kekhawatiran inflasi setelah gagalnya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi 4.734,50 dollar AS per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 7 April 2026 pada awal sesi perdagangan.
Sementara harga kontrak emas berjangka AS ditutup melemah 0,4 persen ke level 4.767,40 dollar AS per ons.
Penguatan dollar AS membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi minat investor terhadap logam kuning tersebut.
Di sisi lain, pelaku pasar terus memantau perkembangan konflik Timur Tengah yang bisa berdampak pada laju inflasi dan kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
"Semua mata tertuju pada harga minyak mentah karena minyak akan menentukan inflasi dan itu akan menentukan kebijakan Federal Reserve," ujar Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible.
Baca juga: Tren Investasi Emas Naik, Jual Emas Indonesia Bidik 100 Gerai pada 2026
Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah negosiasi antara AS dan Iran gagal. Militer AS menyatakan akan memblokade kapal-kapal yang keluar dari pelabuhan Iran, sementara Teheran mengancam akan membalas dengan menargetkan pelabuhan negara-negara tetangganya di Teluk.
Lonjakan harga minyak akibat situasi tersebut memicu kekhawatiran inflasi dan mempersempit ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga.
Suku bunga yang tetap tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas, karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil meskipun dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi.
Berdasarkan alat FedWatch dari CME, pasar kini memperkirakan peluang sebesar 29 persen untuk The Fed menurunkan suku bunganya, turun dari 40 persen sebulan sebelumnya.
Adapun sejak pecahnya perang antara AS dan Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu, harga emas tercatat telah turun lebih dari 10 persen.
"Kami melihat penurunan harga akibat perang ini sebagai hal yang sehat bagi prospek jangka panjang emas, karena posisi spekulatif menjadi berkurang," tulis analis SP Angel.
Baca juga: Harga Emas Dunia Naik Saat Dollar Melemah, Ketidakpastian Geopolitik Bayangi Pasar
Investor Harus Cermati Timing Beli
Penurunan harga emas di tengah penguatan dollar AS dan tingginya ekspektasi suku bunga menunjukkan bahwa faktor eksternal masih menjadi penekan utama pergerakan harga.
Kondisi ini membuat investor perlu mencermati timing masuk, terutama dengan mempertimbangkan arah inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Sementara itu, harga perak turut mengalami penurunan 0,2 persen menjadi 75,71 dollar AS per ons.
Namun, ketidakpastian pasokan minyak ke depan diperkirakan akan mendorong permintaan struktural yang kuat untuk perak, terutama melalui percepatan investasi di sektor energi surya, menurut Ahli Strategi Pasar Sprott Asset Management, Paul Wong.
Sedangkan pada platinum tercatat naik 0,3 persen menjadi 2.050,80 dollar AS per ons, serta paladium melonjak 3 persen ke level 1.566,15 dollar AS per ons.
Baca juga: Harga Emas dan Perak Menguat Setelah Trump Setujui Gencatan Senjata dengan Iran
Tag: #harga #emas #dunia #turun #saat #dollar #menguat #peluang #beli #bergantung #arah #suku #bunga