Harga Plastik Naik, UMKM Pilih Pangkas Untung demi Jaga Harga
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memilih menahan harga jual di tengah kenaikan harga plastik. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut keputusan tersebut berdampak pada margin usaha. Keuntungan menyusut karena biaya produksi meningkat.
“Jadi dia tetap harga dijaga sama dia, cuman akhirnya keuntungan mereka jadi menipis dong, karena kos produksi mereka menjadi naik, karena harga plastik ini naik gitu,” kata Maman saat ditemui di Kompleks Smesco Indonesia, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Supply Plastik Terganggu, Menperin: Pembukaan Selat Hormuz Normalkan Logistik
Tekanan mulai terasa dalam sepekan terakhir. Sejumlah pelaku usaha mengeluhkan penurunan pendapatan.
Kenaikan harga plastik dipicu gangguan pasokan bahan baku. Plastik diproduksi dari nafta, produk petrokimia berbasis minyak bumi.
Sekitar 70 persen pasokan nafta global berasal dari negara Teluk di Asia Barat. Pasokan terganggu setelah Selat Hormuz ditutup akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Kondisi ini membuat bahan baku plastik langka. Industri dalam negeri menurunkan volume produksi.
“Akhirnya plastik di pasar jadi langka kan. Pada saat di pasar langka, ya harga orang berebut. Masyarakat akan berebut untuk membeli plastik, ya harga jadi tinggi,” ujar Maman.
Pemerintah mencari solusi jangka pendek. Kementerian UMKM berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mencari sumber pasokan baru.
Nafta mulai diupayakan dari Afrika, Amerika Serikat, dan India. Negara tersebut tidak terdampak langsung konflik.
“Sekarang ini kita sudah dapat dari Afrika, India dan Amerika. Nah sekarang lagi proses administrasi dan pengiriman dan segala macemnya. Nah itu jangka pendeknya,” tutur Maman.
Baca juga: Wamenperin: CPO Bisa Jadi Alternatif Bahan Baku Plastik
Solusi jangka panjang juga disiapkan. Pemerintah dan industri menjajaki bahan baku alternatif.
Salah satu opsi adalah penggunaan rumput laut sebagai bahan dasar plastik. Biaya produksi dinilai bisa ditekan jika skala pasar meningkat.
“Dari yang tadi nafta kita geser menjadi penggunaan rumput laut, itu sebetulnya menjadi cost operational ataupun cost produksi bisa kita turunin tuh. Bisa kita kecilin,” tutur Maman.
Kenaikan harga plastik mulai terasa setelah Idul Fitri. Pedagang mencatat lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Reynaldi Sarijowan menyebut kenaikan mencapai 50 persen dibandingkan sebelum konflik.
“Jauh sebelum memasuki Ramadhan itu masih 10.000. Kemudian bertahap tuh selama sepekan, sepekan, sepekan naik Rp 500, naik Rp 700, naik macam-macam tuh sampai hari ini puncaknya itu naiknya di kita proyeksikan di 50 persen,” kata Reynaldi saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/4/2026).
Tag: #harga #plastik #naik #umkm #pilih #pangkas #untung #demi #jaga #harga