Danantara Merger 3 Pabrik Gula ID Food Ke PT SGN
- Badan Pengelola Investasi (DPI) Danantara mengalihkan pabrk gula di bawah ID Food ke PT Sinergi Gula Nusnatara (SGN) atau Sugar Co.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, mengatakan pihaknya ingin melakukan konsolidasi PT Pabrik Gula Rajawali 1, P Pabrik Rajawali 2, dan PT Candi Baru di bawah ID FOod ke PT SGN.
“Sejalan dengan proses itu, kita ingin melakukan proses konsolidasi dengan melakukan merger, penggabungan dari ID Food ke PGN,” kata Dony dalam Rapat Kerja di Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurut Dony, pengalihan aset perusahaan ini bertujuan agar ID Food fokus bergerak di bidang perusahaan perdagangan atau trading company.
Sementara, PT SGN akan fokus menjadi agriculture manufacture company menyangkut gula dan tanaman lain.
“Jadi memang ini sengaja kita lakukan sehingga mereka fokus kepada core business-nya masing-masing,” ujar Dony.
Baca juga: Respons Danantara soal WIKA Rugi Rp 1,6 Triliun Gara-gara Whoosh
Dalam forum yang sama, Direktur Utama ID Food Ghimoyo mengatakan, setelah tiga anak perusahaan itu dipindah ke PT SGN, pihaknya akan menyerap 100 persen produk gula perusahaan negara tersebut.
Sementara, ID Food akan fokus menjadi BUMN perdagangan.
“Sehingga kita bisa menguasai sekitar 47 persen market share nasional,” tutur Ghimoyo.
Ia menegaskan, ID Food akan tetap mengambil peran penting di bagian hilir dengan memastikan seluruh produksi PT SGN terserap.
Menurutnya, PT SGN selaku subholding di bawah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III akan fokus pada produksi gula.
“ID Food fokus di perdagangan dan distribusi untuk stabilisasi pasar,” tutur Ghimoyo.
Baca juga: Sugar Co Rugi Rp 680 Miliar pada 2025, Imbas Masifnya Impor Gula
Perbaikan Tata Kelola Gula
Di luar kebijakan merger tersebut, rapat juga menyoroti persoalan tata kelola gula nasional.
Dony menyebut, pada 2025 PT SGN atau Sugar Co membukukan kerugian Rp 680 miliar gara-gara pasar domestik dibanjiri gula rafinasi impor.
“Sugarco membukukan rugi Rp 680 miliar akibat daripada harga yang memang tidak cukup baik, akibat daripada impor gula yang tidak terkontrol,” ujar Ghimoyo.
Menurutnya, perbaikan tata kelola sektor gula harus dijalankan dengan serius.
Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto meminta industri gula nasional ditata ulang.
“Kalau tidak kita rapat begini, berterusan-terusan saja, Bu. Tetapi impact-nya tidak akan pernah bisa selesai,” kaa Dony.
Tag: #danantara #merger #pabrik #gula #food