Laba Krakatau Steel (KRAS) Rp 5,68 Triliun pada 2025, Didorong Restrukturisasi
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengekspor 11.600 ton baja canai panas (Hot Rolled Coil/HRC) ke Italia dan Spanyol. Pengiriman ini dilakukan melalui Krakatau International Port, Cilegon.(DOK. KRAKATAU STEEL)
11:52
3 April 2026

Laba Krakatau Steel (KRAS) Rp 5,68 Triliun pada 2025, Didorong Restrukturisasi

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatat pembalikan kinerja keuangan pada tahun buku 2025.

Emiten baja pelat merah ini membukukan laba bersih sebesar 339,64 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 5,68 triliun, seiring efektivitas strategi transformasi dan penguatan fundamental perusahaan.

Capaian tersebut ditopang oleh restrukturisasi utang, penguatan operasional, serta dukungan dari para pemangku kepentingan.

Baca juga: Krakatau Steel Sebut Baja Wuhan Sempat Masuk dengan Bea 0 Persen

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melalui anak usaha, yakni PT Krakatau Baja Industri (KBI) mengekspor 54.247 ton produk Cold Rolled Coil (CRC) ke Spanyol.DOK. KRAKATAU STEEL PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melalui anak usaha, yakni PT Krakatau Baja Industri (KBI) mengekspor 54.247 ton produk Cold Rolled Coil (CRC) ke Spanyol.

Tahun 2025 juga menjadi momentum kebangkitan operasional perseroan dengan kembali beroperasinya fasilitas strategis pabrik Hot Strip Mill (HSM) sebagai tulang punggung produksi baja nasional.

Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan mengatakan, hasil positif tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah melalui Danantara serta kepercayaan kreditur dan mitra bisnis.

"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah," ujar Akbar dalam siaran pers, dikutip pada Jumat (3/4/2026).

"Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," kata dia.

Baca juga: Krakatau Steel Siap Pasok Baja Bahan Produksi Kapal PT PAL

Sepanjang 2025, Krakatau Steel membukukan pendapatan sebesar 959,84 juta dollar AS atau sekitar Rp 16,05 triliun. Dari sisi operasional, total volume penjualan produk baja mencapai 944.562 ton, meningkat 29,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Struktur neraca makin sehat

Perbaikan kinerja Krakatau Steel juga tercermin dari struktur neraca yang semakin kuat. Perseroan mencatat total aset sebesar 2,77 miliar dollar AS atau setara Rp 46,24 triliun.

Ilustrasi industri baja.SHUTTERSTOCK/NORDRODEN Ilustrasi industri baja.

Di sisi lain, upaya penyelesaian kewajiban utang membuahkan hasil dengan penurunan total liabilitas sebesar 17,04 persen menjadi 2,04 miliar dollar AS atau sekitar Rp 34,11 triliun.

Penguatan tersebut turut mendorong peningkatan signifikan pada ekuitas perusahaan. Nilai ekuitas Krakatau Steel melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 725,51 juta dollar AS atau sekitar Rp 12,13 triliun.

Baca juga: Krakatau Steel Pipe Bangun Pipa Gas 540 Km, Nilai Proyek Capai Rp 4 Triliun

Kinerja keuangan yang membaik ini juga diikuti dengan peningkatan tata kelola perusahaan. Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 Krakatau Steel memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari auditor independen.

Akbar menegaskan, capaian tersebut menjadi jaminan kepercayaan bagi pemegang saham dan mitra bisnis.

"Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, perseroan akan terus melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh stakeholders," kata dia.

Optimisme kinerja dan strategi ke depan

Ke depan, Krakatau Steel memproyeksikan tren pertumbuhan akan berlanjut melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik.

Baca juga: Krakatau Steel Pipe Mulai Kirim Pipa Saluran Migas Dumai-Sei Mangkei

Fokus strategis perseroan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang, sejalan dengan pembangunan nasional dan percepatan hilirisasi industri.

Sebagai bagian dari penguatan fundamental, Krakatau Steel juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap portofolio bisnis, termasuk meninjau kembali sejumlah kerja sama joint venture (JV).

Perseroan menyebut, kinerja positif seluruh unit JV, khususnya PT Krakatau Posco sebagai mitra strategis utama, diyakini dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kinerja keuangan konsolidasi.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen perseroan dalam memperkuat tata kelola dan menerapkan disiplin investasi.

Baca juga: Restrukturisasi, Krakatau Steel (KRAS) Jaminkan Aset Rp 13,9 Triliun ke Danantara

Optimalisasi kerja sama bisnis dilakukan agar seluruh inisiatif mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi ekosistem Krakatau Steel dan pemangku kepentingan.

Tag:  #laba #krakatau #steel #kras #triliun #pada #2025 #didorong #restrukturisasi

KOMENTAR