Harga Emas Dunia Naik, Dipicu Ketegangan AS-Iran
Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini. (DOK. Shutterstock.)
10:32
31 Maret 2026

Harga Emas Dunia Naik, Dipicu Ketegangan AS-Iran

- Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Senin (30/3/2026) waktu setempat atau Selasa (31/3/2026) pagi WIB didorong meningkatnya permintaan aset aman (safe haven).

Meski demikian, harga emas diperkirakan turun secara bulanan karena konflik di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga global yang lebih tinggi.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi 4.518,57 dollar AS per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak November 2025 pada awal pekan lalu.

Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini (31/3) Turun Lagi Rp 10.000 per Gram, Cek Daftarnya

Ilustrasi emas. Harga emas dunia bergerak stabil di kisaran 4.500 dollar AS per ons seiring pasar mencermati perbedaan sikap AS dan Iran dalam upaya mengakhiri perangs.DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Harga emas dunia bergerak stabil di kisaran 4.500 dollar AS per ons seiring pasar mencermati perbedaan sikap AS dan Iran dalam upaya mengakhiri perangs.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS ditutup menguat 0,7 persen ke posisi 4.557,50 dollar AS per ons.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran menjadi pendorong utama kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

"Perang masih berlangsung sengit dan belum terlihat penyelesaiannya, sehingga mendorong harga emas lebih tinggi karena permintaan aset aman. Fokus pasar dalam waktu dekat akan tertuju pada perang, harga minyak mentah, imbal hasil obligasi, dan indeks dollar AS," ujar dia.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa fasilitas energi dan ladang minyak Iran akan dihancurkan jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz.

Baca juga: Harga Emas Turun Saat Dunia Bergejolak: Ada Apa Sebenarnya?

Pernyataan itu muncul setelah Teheran menilai proposal damai AS tidak realistis dan meluncurkan gelombang rudal ke Israel.

Adapun harga emas tercatat telah turun lebih dari 14 persen sepanjang Maret 2026.

Penurunan ini menempatkan emas pada jalur kinerja bulanan terburuk sejak 2008.

Ilustrasi emas. DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas.

Lonjakan harga energi akibat konflik telah meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong pelaku pasar meninjau kembali ekspektasi terhadap suku bunga.

Baca juga: Harga Emas Diproyeksi Menguat hingga Akhir 2026, Apa Alasannya?

Sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, emas biasanya diminati investor.

Namun, emas tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga menjadi kurang menarik saat suku bunga tinggi.

Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, mengatakan bank sentral AS mampu menunggu untuk melihat dampak perang Timur Tengah terhadap perekonomian dan inflasi.

Pada bulan ini, The Fed telah mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini (31/3), Wajib Tahu Sebelum Beli

Sejumlah data ekonomi AS pun dijadwalkan rilis pekan ini, termasuk data lowongan pekerjaan, penjualan ritel, laporan tenaga kerja ADP, serta nonfarm payrolls. Data-data ini menjadi perhatian investor untuk mengetahui arah kebijakan suku bunga ke depannya.

Analis pasar City Index dan Forex.com, Fawad Razaqzada, menilai kisaran 4.700 hingga 4.750 dollar AS per ons menjadi level uji bagi pemulihan jangka pendek harga emas.

"Jika emas tidak mampu menembus level tersebut, maka kenaikan ini berisiko kembali melemah seperti yang terjadi sebelumnya," kata dia.

Adapun di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 1 persen menjadi 70,27 dollar AS per ons.

Baca juga: Harga Emas Terus Tertekan Penguatan Dollar AS

Harga platinum menguat 1,6 persen ke 1.891,71 dollar AS, dan paladium melonjak 2,9 persen menjadi 1.416,47 dollar AS per ons.

Tag:  #harga #emas #dunia #naik #dipicu #ketegangan #iran

KOMENTAR