Bahlil: Harga BBM Subsidi Masih Stabil
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait perkembangan terkini harga minyak mentah dunia yang sudah mencapai 115 dollar AS per barrel, serta dampaknya bagi harga bahan bakar minyak (BBM) nasional khususnya subsidi.
Saat ini BBM subsidi meliputi Pertalite dengan harga Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.
Bahlil menyatakan, harga BBM di dalam negeri saat ini masih stabil. Ia juga memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap berupaya menjaga kondisi ekonomi masyarakat kecil di tengah gejolak global.
"Harga sekarang sudah mencapai 115 dollar AS. Di dalam negeri masih stabil. Insya Allah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang, saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil," ujar Bahlil dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Pemerintah Diharapkan Tahan Kenaikan BBM Subsidi untuk Jaga Inflasi
Bahlil pun meminta masyarakat bersabar menunggu keputusan final Presiden terkait harga BBM subsidi. Ia menegaskan, setiap kebijakan pemerintah akan mempertimbangkan kepentingan bangsa dan negara, terutama kondisi masyarakat.
Menurut dia, Presiden juga terus memantau kebutuhan masyarakat lapisan bawah di tengah agenda pembangunan nasional. Ia menegaskan, kebijakan subsidi tetap menjadi prioritas pemerintah.
"Percayalah, nanti tunggu tanggal mainnya, Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," kata dia.
"Bapak Presiden kita ini kan tiap hari memikirkan tentang bagaimana pembangunan negara, tapi juga bagaimana memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat kita di bawah," lanjut Bahlil.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan bahwa stabilitas harga BBM subsidi menjadi prioritas pemerintah di tengah gejolak pasokan dan harga minyak dunia saat ini.
Menurut dia, Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan harga, berbeda dengan BBM non-subsidi yang memang mengikuti mekanisme pasar.
"Untuk BBM non-subsidi kita tunggu 1 April saja ya. Yang penting untuk BBM subsidi tidak ada kenaikan,” ucap Laode kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).