Kurs Rupiah Akhirnya Tembus Rp 17.000
Pergerakan nilai tukar rupiah akhirnya tembus ke level paling lemah sepanjang sejarah pada penutupan perdagangan, Senin, 30 Maret 2026.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup ke level Rp17.002 per dolar AS. Mata uang garuda ini pun melemah 0,13 persen dibanding penutupan pada Jumat (27/3/2026) yang berada di level Rp 16.979 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.993 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah tertekan karena sentimen kenaikan harga minyak dunia.
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]"Rupiah melemah dan masih didikte oleh sentimen eksternal merepson perkembangan di timteng terutama harga minyak mentah dunia yang tinggi," katanya saat dihubungi
Lukman melanjutkan, pelemahan rupiah masih akan terus berlanjut. Sehingga, mata uang garuda masih di level Rp 17.000.
"Walau cenderung masih risk off, terkadang sentimen bisa sedikit membaik dan mendukung rupiah. Kalau melihat sentimen terakhir hingga sore ini, terlihat mulai tidak memburuk, rupiah berpotensi menguat terbatas besok," jelasnya.
Saat ini mayoritas mata uang di Asia melemah. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,5 persen.
Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang anjlok 0,44 persen dan peso Filipina yang ditutup terkoreksi 0,29 persen. Disusul, dolar Taiwan yang ditutup turun 0,18 persen.
Berikutnya, dolar Singapura yang tergelincir 0,09 persen dan dolar Hong Kong turun 0,04 persen. Kemudian yuan China terlihat melemah tipis 0,009 persen terhadap the greenback pada sore ini.
Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,33 persen. Diikuti, rupee India yang terkerek 0,22 persen dan baht Thailand yang menguat tipis 0,11 persen.