Prabowo Dorong Etanol Gantikan Pertalite dan Pertamax
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Presiden Prabowo Subianto meminta pengembangan etanol terus dilanjutkan. Targetnya menggantikan bensin seperti Pertalite dan Pertamax.
Pemerintah memproyeksikan penerapan campuran etanol 20 persen atau E20 pada bensin. Program ini dirancang berjalan konsisten dalam jangka panjang.
“Arahan Bapak Presiden ini nggak boleh putus. Ini kalau konsisten 10 tahun ini bisa kita mandiri (tidak impor),” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Bahlil Wajibkan BBM Campur Etanol 20 Persen pada 2028 untuk Tekan Impor Bensin
E20 berarti campuran 20 persen etanol dari bahan nabati dan 80 persen bensin dari minyak bumi. Pengembangan diarahkan hingga mencapai E100 atau etanol murni.
Amran menyebut teknologi kendaraan sudah mendukung. Mesin Flexible Fuel Vehicle dapat menggunakan berbagai campuran bahan bakar.
“Artinya flexi itu bisa (etanol) 20 persen, bisa 70 persen etanolnya dan seterusnya bisa 100 persen. Tapi bisa juga 20 persen,” kata Amran.
Pasokan bahan baku dinilai mencukupi. Etanol dapat diproduksi dari molases atau tetes tebu yang selama ini diekspor.
“Ini bisa dijadikan dan bisa meng-etanol 300 ribu,” tutur Amran.
Kementerian Pertanian menyiapkan kebijakan pendukung dalam waktu dekat. Program ini melibatkan badan usaha milik negara di sektor pangan.
Perusahaan seperti PT Perkebunan Nusantara mengelola lahan tebu yang menjadi sumber bahan baku.
“Karena pangan selesai kita beralih ke energi. Dan ini sesuatu keberanian Bapak Presiden, mengambil langkah-langkah strategis, dan fundamental untuk merah putih,” tuturnya.
Baca juga: Dilirik untuk Etanol, Industri Pati Ubi Kayu Digenjot
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan penerapan E20 ditargetkan mulai 2028. Kebijakan ini bertujuan menekan impor bensin.
Produksi bensin nasional pada 2025 mencapai 14,27 juta kiloliter. Konsumsi mencapai 37,3 juta kiloliter.
Selisih tersebut membuat Indonesia masih mengimpor sekitar 23,03 juta kiloliter.
“Kami akan mendorong yang namanya etanol, E20 pada 2028,” ujar Bahlil dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Tag: #prabowo #dorong #etanol #gantikan #pertalite #pertamax