Mengenal ''Zero-Based Budgeting'', Metode Atur Uang Sampai Nol
Metode pengelolaan keuangan pribadi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengatur pengeluaran secara lebih disiplin.
Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah zero-based budgeting (ZBB), yang menekankan alokasi seluruh pendapatan hingga tersisa nol pada akhir periode.
Konsep ini awalnya digunakan dalam dunia bisnis, tetapi kini banyak diadopsi individu untuk mengelola keuangan rumah tangga dan meningkatkan tabungan.
Baca juga: Tips Mengelola Keuangan Lebih Cerdas pada 2026
Ilustrasi mengatur keuangan, membuat resolusi keuangan. Freelancer kerap berhadapan dengan penghasilan naik-turun. Lalu, bagaimana cara agar keuangan tetap stabil tanpa gaji tetap? Berikut tips dan triknya
Apa itu zero-based budgeting?
Zero-based budgeting merupakan metode penyusunan anggaran yang mengharuskan setiap pemasukan dialokasikan secara rinci ke berbagai pos pengeluaran, tabungan, maupun investasi.
Mengutip NerdWallet, Sabtu (28/3/2026), dalam zero-based budgeting, pendapatan dikurangi pengeluaran harus sama dengan nol.
Definisi serupa juga disampaikan oleh PayPal. Dalam penjelasannya, PayPal menyebut zero-based budgeting sebagai cara membuat anggaran di mana setiap pengeluaran harus dibenarkan untuk setiap periode baru, dimulai dari nol.
"Itu berarti bahwa setiap bulan, pendapatan dikurangi pengeluaran harus sama dengan nol," kata PayPal, dikutip dari Mirror.
Baca juga: Hari Ibu dan Tantangan Mengelola Keuangan Keluarga di Era Digital
PayPal menambahkan, itu tidak berarti saldo rekening bank akan nol di akhir bulan. Sebagian dari anggaran itu dapat dialokasikan untuk tabungan, atau melunasi utang.
Dengan kata lain, seluruh uang yang diterima harus memiliki tujuan yang jelas. Tidak ada dana yang dibiarkan tanpa alokasi.
The Telegraph dalam wartanya juga menyebut metode ini memberi setiap bagian dari pendapatan dan pengeluaran sebuah kategori.
Ilustrasi mengatur keuangan, membuat perencanaan keuangan.
Cara kerja zero-based budgeting
Dalam praktiknya, zero-based budgeting dimulai dengan mencatat seluruh sumber pendapatan dalam satu periode, biasanya bulanan.
Baca juga: Cara Mencapai Financial Freedom: Panduan Mengelola Keuangan ala Kemenkeu
Setelah itu, pengguna mengalokasikan dana tersebut ke berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan pokok, cicilan, hingga tabungan.
Setiap kategori pengeluaran dirancang hingga totalnya sama dengan jumlah pendapatan. Jika masih terdapat sisa dana, maka harus dialokasikan kembali, misalnya untuk menambah tabungan atau investasi.
Sebaliknya, jika pengeluaran melebihi pendapatan, maka perlu dilakukan penyesuaian dengan mengurangi pos tertentu.
Metode ini juga menekankan pentingnya pemantauan pengeluaran secara rutin. Setiap transaksi dicatat agar tetap sesuai dengan rencana awal.
Baca juga: Tips Mengelola Keuangan ala Bill Gates saat Pasar Bergejolak
Pendekatan ini membuat individu lebih sadar terhadap arus kas mereka. Setiap rupiah memiliki tujuan.
Perbedaan dengan metode tradisional
Zero-based budgeting memiliki perbedaan mendasar dibanding metode anggaran konvensional.
PayPal menjelaskan, perbedaan utama antara penganggaran berbasis nol dan metode tradisional adalah bahwa dengan penganggaran berbasis nol, anggaran dimulai dari nol setiap bulan, berbeda dengan penganggaran yang menggunakan kategori anggaran sebelumnya.
Artinya, setiap bulan anggaran disusun dari awal, bukan melanjutkan pola pengeluaran sebelumnya.
Baca juga: 6 Strategi Mengelola Keuangan yang Bantu Anda Pupuk Kekayaan
Pendekatan ini dinilai dapat membantu mengidentifikasi pengeluaran yang selama ini dianggap biasa, tetapi sebenarnya tidak lagi diperlukan.
PayPal mencontohkan, metode ini dapat berguna untuk mengevaluasi biaya yang sering luput dari perhatian, seperti langganan aplikasi atau keanggotaan gym, terutama jika pengeluaran tersebut sudah tidak lagi memberikan manfaat.
Ilustrasi mengatur keuangan.
Mendorong disiplin dalam mengatur keuangan
Salah satu keunggulan utama zero-based budgeting adalah kemampuannya meningkatkan kesadaran finansial. Karena setiap pengeluaran harus direncanakan, pengguna menjadi lebih selektif dalam membelanjakan uang.
Metode ini juga membantu mengidentifikasi pengeluaran yang tidak perlu atau berlebihan. Dengan mengevaluasi setiap kategori, pengguna dapat melihat pos mana yang bisa dikurangi.
Baca juga: Cara Menghemat Uang Gaji dan Mengelola Keuangan Bulanan
Dalam praktiknya, pendekatan ini sering digunakan untuk mencapai tujuan tertentu, seperti melunasi utang atau meningkatkan tabungan.
Metode ini dapat membantu seseorang menghemat dalam jumlah signifikan karena pengeluaran menjadi lebih terkontrol dan terarah.
Selain itu, pendekatan ini juga mendorong perencanaan keuangan yang lebih matang, termasuk untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Fleksibel untuk berbagai tujuan keuangan
Zero-based budgeting tidak hanya digunakan untuk menekan pengeluaran, tetapi juga untuk mengalokasikan dana sesuai prioritas.
Baca juga: Penyebab Boros Uang dan Solusi Mengelola Keuangan agar Tak Cepat Habis
Pengguna dapat menentukan sendiri kategori anggaran, seperti kebutuhan pokok, gaya hidup, dana darurat, hingga investasi.
Metode ini juga memungkinkan penyesuaian setiap bulan. Evaluasi rutin dilakukan untuk menyesuaikan anggaran dengan kondisi aktual.
Dalam praktiknya, jika terdapat perubahan pengeluaran, seperti tagihan yang lebih tinggi dari perkiraan, pengguna dapat mengalihkan dana dari pos lain agar tetap seimbang.
Pendekatan ini dinilai memberikan kontrol yang lebih besar terhadap keuangan dibanding metode lain yang lebih longgar.
Ilustrasi mengatur keuangan, anak muda mengatur keuangan.
Baca juga: Cara Mengelola Keuangan untuk Anda yang Tak Punya Penghasilan Tetap
Tantangan dalam penerapan
Meski menawarkan berbagai kelebihan, zero-based budgeting juga memiliki sejumlah tantangan.
Salah satu kendala utama adalah kebutuhan waktu dan kedisiplinan yang tinggi. Anda harus mencatat dan memantau setiap transaksi secara detail.
Selain itu, metode ini bisa menjadi sulit diterapkan bagi orang dengan pendapatan tidak tetap. Ketidakpastian jumlah pemasukan membuat proses perencanaan menjadi lebih kompleks.
Dalam beberapa kasus, pengeluaran tak terduga juga dapat mengganggu keseimbangan anggaran yang telah disusun.
Baca juga: 6 Tips Sukses dan Mengelola Keuangan ala Bill Gates
Para ahli juga menyatakan, proses penyusunan anggaran dari nol setiap periode bisa memakan waktu lebih lama dibanding metode konvensional.
Namun demikian, bagi sebagian orang, tingkat detail tersebut justru menjadi keunggulan karena memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan.
Semakin populer di tengah tekanan biaya hidup
Popularitas zero-based budgeting meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di tengah tekanan biaya hidup yang meningkat.
Metode ini banyak digunakan oleh individu yang ingin lebih disiplin dalam mengelola keuangan atau keluar dari jerat utang.
Baca juga: Mengapa Waktu Penting dalam Mengelola Keuangan dan Investasi?
Selain itu, perkembangan teknologi juga mendukung penerapan metode ini, misalnya melalui aplikasi pencatat keuangan dan spreadsheet digital.
Dengan bantuan teknologi, proses pencatatan dan evaluasi menjadi lebih mudah dilakukan secara rutin.
Pada akhirnya, zero-based budgeting menjadi salah satu alternatif metode pengelolaan keuangan yang menekankan perencanaan, disiplin, dan kontrol penuh terhadap setiap aliran dana.
Tag: #mengenal #zero #based #budgeting #metode #atur #uang #sampai