Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Puncak Arus Balik 28 dan 29 Maret
Arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek dari atas jembatan Lagoon, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, terpantau ramai lancar saat arus balik mudik Lebaran 2026, Rabu (25/3/2026).(KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA)
07:48
26 Maret 2026

Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Puncak Arus Balik 28 dan 29 Maret

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menko PMK Pratikno dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kondisi lalu lintas. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi arus balik Lebaran 2026, Rabu (25/3/2026).

Pemerintah memantau lalu lintas secara real time. Pemantauan dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), laporan petugas posko, serta koordinasi lintas instansi.

Dudy menilai kepatuhan masyarakat selama arus mudik cukup baik. Angka kecelakaan tercatat menurun.

“Dalam pelaksanaan angkutan mudik dan balik yang senantiasa mematuhi arahan petugas di lapangan hingga tingkat kecelakaan menurun, harapan kami angka kecelakaan dan fatalitas terus menurun,” kata Menhub dalam keterangan resmi.

Baca juga: Trafik Tol Trans Sumatera Naik 191,36 Persen Saat Arus Balik Lebaran

Pemerintah mendorong masyarakat mengatur waktu perjalanan. Skema Work From Anywhere (WFA) dan diskon tarif tol diharapkan mengurangi kepadatan saat puncak arus balik.

“Kami mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan Work From Anywhere (WFA) maupun diskon tarif tol sehingga bisa mengurangi kepadatan saat puncak arus balik,” lanjut Dudy.

Dudy juga mengingatkan pembatasan kendaraan barang. Kendaraan sumbu tiga atau lebih tidak boleh melintas pada periode 13-29 Maret 2026 sesuai Surat Keputusan Bersama.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono melaporkan kondisi arus mudik dan balik. Periode pemantauan mencakup H-10 hingga H+3 Lebaran atau 11-25 Maret 2026.

Laporan mencakup volume lalu lintas, rekayasa lalu lintas, pengelolaan rest area, hingga penggunaan teknologi di JMTC yang terhubung dengan aplikasi Travoy.

“Perjalanan selama arus mudik berjalan dengan baik meskipun puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 lalu mencapai 270.000 yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Rivan.

Baca juga: Rincian Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik 2026, Mulai Berlaku Besok

Pengendalian arus balik tahap pertama pada 24 Maret 2026 berjalan lancar. Fokus berikutnya mengantisipasi puncak arus balik pada 28-29 Maret 2026.

“Kami kembali mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26-27 Maret serta menggunakan aplikasi Travoy untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik lagi,” ujar Rivan.

Pemantauan juga dilakukan melalui laporan digital dari petugas di lapangan. Titik yang dipantau antara lain Gerbang Tol Kalikangkung, Rest Area 389B Tol Batang-Semarang, GT Cikampek Utama, dan GT Prambanan Tol Jogja-Solo.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan peran JMTC dalam pengendalian lalu lintas. Data digunakan untuk menentukan rekayasa seperti contraflow dan one way berdasarkan rasio volume dan kapasitas jalan.

“Kami mengimbau masyarakat yang belum kembali agar dapat memanfaatkan sisa waktu perjalanan sehingga puncak arus balik dapat terurai,” kata Kapolri.

Kapolri juga mengingatkan aspek keselamatan. Pengemudi diminta tidak memaksakan diri saat lelah.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas, oleh karena itu pengendara diminta tidak memaksakan diri apabila lelah dan segera beristirahat di rest area untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas,” lanjut Kapolri.

Menko PMK Pratikno mengapresiasi kelancaran arus mudik. Sinergi antarinstansi dinilai berperan besar.

“Alhamdulillah arus mudik berjalan dengan baik meskipun terjadi kenaikan yang cukup tinggi mencapai 270.000 pada arus mudik,” jelas Pratikno.

“Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran yang bekerja keras luar biasa, keberhasilan ini tidak lepas dari langkah antisipatif, respons cepat, serta dukungan sistem monitoring berbasis data secara real time,” tegas Pratikno.

Tag:  #pemerintah #siapkan #strategi #hadapi #puncak #arus #balik #maret

KOMENTAR