Eskalasi Konflik Timteng Meningkat, Maskapai Waspadai Risiko Lonjakan Harga Avtur
Ilustrasi pesawat melewati awan Cumulonimbus.(Pexels/Pixabay)
07:36
26 Maret 2026

Eskalasi Konflik Timteng Meningkat, Maskapai Waspadai Risiko Lonjakan Harga Avtur

Dinamika geopolitik di Timur Tengah berdampak pada industri penerbangan, utamanya kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur.

Pengamat penerbangan, Gatot Rahardjo mengatakan bahwa periode arus balik Lebaran menjadi titik krusial yang akan menekan kinerja industri penerbangan nasional.

“Potensi kenaikan harga avtur pasca-periode Lebaran diperkirakan akan kembali menekan kinerja industri penerbangan nasional,” kata Gatot dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).

“Ketidakpastian harga energi global, terutama akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah, menjadi faktor utama yang mendorong volatilitas biaya operasional maskapai,” lanjut dia.

Baca juga: Vietnam Airlines Pangkas Penerbangan Domestik akibat Krisis Avtur

Gatot menilai bahwa maskapai perlu meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan efisiensi operasional yang adaptif dan berkelanjutan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa upaya efisiensi semata tidak akan cukup tanpa dukungan kebijakan yang responsif dari regulator.

Menurutnya, industri saat ini tengah berada dalam fase rentan, di mana sebagian maskapai masih mencatatkan kinerja keuangan yang tertekan sepanjang tahun 2025.

Kondisi tersebut berpotensi memicu efek domino apabila tekanan biaya khususnya dari avtur tidak diantisipasi secara komprehensif.

“Efisiensi operasional memang menjadi keharusan, namun dukungan regulator juga sangat krusial agar industri tetap memiliki ruang untuk bertahan dan tumbuh,” ujarnya.

“Tanpa itu, risiko tekanan lanjutan terhadap kinerja maskapai akan semakin besar,” lanjut Gatot.

Baca juga: Daftar Maskapai Terbaik Dunia 2026, Garuda Indonesia Masuk Top 20

Ia juga mengingatkan agar maskapai tidak terlena dengan adanya penyesuaian harga avtur domestik selama periode Lebaran.

Mulai 1 April 2026 mendatang, harga bahan bakar diproyeksikan kembali meningkat mengikuti tren global.

Gatot menilai diperlukan sinergi antara pelaku industri dan regulator, termasuk dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis maskapai dan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.

“Tanpa langkah antisipatif yang terkoordinasi, kenaikan harga avtur dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap stabilitas industri penerbangan nasional,” tegas dia.

Tag:  #eskalasi #konflik #timteng #meningkat #maskapai #waspadai #risiko #lonjakan #harga #avtur

KOMENTAR