Imbas Perang Timur Tengah, Saudi Aramco Kurangi Ekspor Minyak ke Asia April 2026
Perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco, mencatat penurunan laba bersih sebesar 4,6 persen pada kuartal pertama 2025. ()
13:32
24 Maret 2026

Imbas Perang Timur Tengah, Saudi Aramco Kurangi Ekspor Minyak ke Asia April 2026

- Eksportir minyak terbesar di dunia, Saudi Aramco, memangkas pasokan minyak mentah ke pembeli di Asia untuk bulan April 2026.

Ini menjadi bulan kedua berturut-turut pengurangan suplai, menyusul gangguan perdagangan minyak akibat konflik di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, Selasa (24/3/2026), tiga sumber yang mengetahui kebijakan tersebut menyebutkan, pemangkasan terjadi setelah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran mengganggu jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Sebagai langkah mitigasi, Aramco kini hanya memasok minyak jenis Arab Light yang dikirim dari pelabuhan Laut Merah di Yanbu kepada pelanggan kontrak jangka panjang.

Kondisi ini membuat pasokan ke kilang-kilang di Asia tetap ketat dan membatasi produksi produk olahan mereka.

Baca juga: Gangguan Selat Hormuz, Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia

Dalam pernyataannya, Aramco menegaskan tetap berupaya menjaga keandalan pasokan energi global.

"Saudi Aramco terus memastikan pasokan energi yang andal dengan memanfaatkan rute ekspor alternatif melalui Yanbu sebagai respons terhadap kondisi kawasan yang terus berkembang," bunyi pernyataan perusahaan.

Aramco juga menambahkan bahwa penyesuaian jadwal pengiriman telah dilakukan agar sesuai dengan situasi terbaru.

"Kami tetap berkomitmen memenuhi harapan pelanggan, dengan jadwal pengapalan yang disesuaikan dengan realitas baru, serta pelanggan terus mendapat informasi," lanjut Aramco.

Data dari perusahaan analitik Kpler menunjukkan, ekspor minyak mentah Arab Saudi sejauh ini pada Maret 2026 mencapai sekitar 4,355 juta barrel per hari, turun dibandingkan Februari yang mencapai 7,108 juta barrel per hari.

Baca juga: Aramco: Gangguan di Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Pasar Minyak Dunia

Meski demikian, produsen minyak tersebut berupaya meningkatkan ekspor melalui Yanbu guna mengimbangi gangguan di Selat Hormuz, dengan volume pengapalan diperkirakan mencapai rekor tertinggi pada Maret.

Sementara itu, kilang terbesar di China, Sinopec, dilaporkan akan memuat sekitar 24 juta barrel minyak mentah Saudi dari Yanbu sepanjang bulan ini.

Pengiriman minyak dari pelabuhan Yanbu sempat mengalami gangguan singkat pada Kamis lalu setelah sebuah drone jatuh di kilang SAMREF milik Saudi Aramco.

Tag:  #imbas #perang #timur #tengah #saudi #aramco #kurangi #ekspor #minyak #asia #april #2026

KOMENTAR