Harga Emas Anjlok 9,5 Persen, Terburuk dalam 14 Tahun
Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)
13:32
21 Maret 2026

Harga Emas Anjlok 9,5 Persen, Terburuk dalam 14 Tahun

Harga emas global justru mengalami tekanan tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

Logam mulia yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) mencatat penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari 14 tahun.

Dikutip dari Marketwatch, Sabtu (21/3/2026), kontrak emas paling aktif di Comex untuk pengiriman April 2026 ditutup melemah 0,7 persen atau turun 30,80 dollar AS ke level 4.574,90 dollar AS per ounce pada Jumat (20/3/2026) waktu setempat.

Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Turun Tipis

Ilustrasi emas. Freepik Ilustrasi emas.

Secara mingguan, harga emas anjlok 9,5 persen, yang menjadi penurunan persentase mingguan terbesar sejak 23 September 2011, menurut Dow Jones Market Data. 

Penurunan tajam tersebut menyoroti bagaimana guncangan pasar akibat konflik Iran memicu volatilitas luas di berbagai kelas aset, termasuk komoditas yang secara tradisional dipandang aman saat ketidakpastian meningkat. 

Ketidakpastian perang dan tekanan makroekonomi

Head of gold and metals strategy global di State Street Investment Management, Aakash Doshi, mengatakan bahwa konflik Iran memang menambah ketidakpastian global yang secara teori seharusnya mendorong permintaan emas.

Namun, menurut dia, logam mulia tersebut justru “terkalahkan oleh kekuatan ekonomi yang lebih luas”. 

Baca juga: UBS Naikkan Target Harga Emas 2026, Bisa Tembus 6.200 Dollar AS

Salah satu faktor utama yang menekan harga emas adalah potensi berakhirnya siklus penurunan suku bunga oleh bank sentral AS Federal Reserve (The Fed), bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga ke depan.

Selain itu, penguatan dollar AS turut menjadi hambatan bagi pergerakan harga emas. 

Ilustrasi emas. Perang di Timur Tengah mengganggu penerbangan dari Dubai, membuat pedagang menawarkan diskon emas hingga 30 dollar AS per ons.DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Perang di Timur Tengah mengganggu penerbangan dari Dubai, membuat pedagang menawarkan diskon emas hingga 30 dollar AS per ons.

Doshi juga menyoroti aksi ambil untung (profit-taking) dan penggunaan emas sebagai “liquidity sleeve to raise cash” atau sumber likuiditas oleh investor selama periode tekanan pasar. 

Sentimen investor dan volatilitas meningkat

Direktur strategi investasi senior di US Bank Asset Management, Rob Haworth, menyebut minimnya kemajuan harga ke depan telah menekan sentimen investor dan permintaan teknikal terhadap emas.

Baca juga: Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian 21 Maret 2026, Buyback Melemah

Ia menambahkan, kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang bagi investor yang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas. 

Hal ini menjelaskan mengapa logam mulia gagal mendapatkan dukungan meskipun konflik geopolitik di Timur Tengah biasanya meningkatkan minat terhadap aset lindung nilai. 

Di sisi lain, data menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi yang meningkat dan pelemahan prospek pemangkasan suku bunga turut memicu tekanan pada harga emas.

Selain itu, penguatan dollar AS selama ketegangan geopolitik membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional, yang pada akhirnya membatasi permintaan global. 

Baca juga: Harga Emas Turun 11 Persen Sepekan, Konflik Iran Ubah Arah Pasar Global

Aksi jual untuk menutup kerugian

Direktur riset di BullionVault, Adrian Ash, mengatakan bahwa emas dan perak “terjebak dalam kepanikan pasar yang lebih luas”, di mana investor berupaya mengurangi kerugian dan risiko. 

Menurut dia, terdapat tiga faktor utama yang mendorong penurunan harga emas dalam beberapa waktu terakhir, yakni margin call, kenaikan indikator value-at-risk, serta perubahan ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS. 

Ash menjelaskan bahwa pada periode tekanan pasar yang tiba-tiba, trader cenderung melikuidasi posisi yang menguntungkan untuk menutup kerugian di aset lain.

Ia menyebut, logam mulia sebelumnya mencatat kenaikan tahunan terkuat sejak 1979, sehingga menjadi sumber keuntungan yang mudah dicairkan. 

Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia. Harga emas dunia naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada perdagangan Senin (23/2/2026).
PEXELS/MICHAEL STEINBERG Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia. Harga emas dunia naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada perdagangan Senin (23/2/2026).

Baca juga: Harga Emas dan Perak Dunia Anjlok di Tengah Lonjakan Minyak dan Risiko Inflasi Global

Selain itu, lonjakan volatilitas di pasar keuangan global membuat posisi perdagangan perlu dikurangi atau bahkan ditutup, terlepas dari jenis aset yang dimiliki investor. 

Tekanan dari kenaikan suku bunga

Ash juga menekankan,  emas tidak memberikan pendapatan (yield), sehingga secara intuitif harga bullion akan kesulitan naik ketika suku bunga meningkat.

Ia menyebut. ekspektasi pasar telah “berbalik total” akibat guncangan harga energi, sehingga menciptakan hambatan besar bagi aset non-yielding seperti emas. 

Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya peluang kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini, yang menurut trader kini diperkirakan memiliki probabilitas lebih dari 50 persen. 

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun 7 Persen dalam Sepekan, Ini Penyebabnya

Penurunan juga terjadi pada perak

Tekanan tidak hanya terjadi pada emas. Logam mulia lain seperti perak yang cenderung lebih volatil juga mengalami penurunan tajam.

Kontrak perak pengiriman Mei 2026 turun lebih dari 14 persen dalam sepekan dan ditutup di level 69,66 dollar AS per ounce pada Jumat. 

Penurunan tajam harga emas dan perak menunjukkan bahwa dinamika pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan kebutuhan likuiditas investor dibandingkan fungsi tradisional logam mulia sebagai aset pelindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik. 

Tag:  #harga #emas #anjlok #persen #terburuk #dalam #tahun

KOMENTAR