CIMB Niaga Jaga Laba Rp 8,8 Triliun Sepanjang 2025
– Di tengah persaingan industri perbankan dan perubahan perilaku nasabah ke layanan digital, PT Bank CIMB Niaga Tbk mampu menjaga kinerja laba sebelum pajak sebesar Rp 8,8 triliun sepanjang 2025.
Presiden Direktur & CEO Lani Darmawan menilai capaian ini mencerminkan kondisi fundamental bank yang tetap terjaga.
“Kami menyampaikan bahwa hasil kinerja CIMB Niaga pada tahun 2025 mencerminkan konsistensi performa serta kesehatan fundamental bisnis Bank,” ujar Lani dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Rasio kredit bermasalah bruto tercatat 1,81 persen dan cost of credit turun menjadi 0,74 persen. Sementara return on equity berada di level 13,0 persen, menunjukkan kemampuan bank menghasilkan keuntungan dengan tetap menjaga disiplin keuangan.
Baca juga: CIMB Niaga Sekuritas Rombak Susunan Pengurus Lewat RUPSLB, Simak Daftarnya
Uang Nasabah Tumbuh, Kredit Ikut Naik
Total aset CIMB Niaga mencapai Rp 372,7 triliun per akhir 2025. Dana Pihak Ketiga yang dihimpun bank naik menjadi Rp 270,5 triliun atau tumbuh 3,8 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini terutama berasal dari dana murah (CASA) yang naik 10,1 persen menjadi Rp 189,5 triliun. Rasio CASA pun mencapai 70,0 persen, yang berarti sebagian besar dana nasabah disimpan dalam bentuk giro dan tabungan.
Dari sisi penyaluran kredit, nilainya tumbuh 4,5 persen menjadi Rp 238,3 triliun. Segmen korporat mencatat kenaikan 6,7 persen, diikuti konsumer 3,4 persen dan usaha kecil menengah 2,0 persen.
Perubahan perilaku nasabah juga terlihat dari dominasi transaksi digital. Sebanyak 91,6 persen transaksi keuangan dilakukan lewat kanal digital seperti OCTO, BizChannel@CIMB, ATM, dan OCTO Pay.
Sepanjang 2025, transaksi finansial melalui aplikasi dan website OCTO meningkat 48 persen. CIMB Niaga juga mengoperasikan 34 Digital Branch dan 28 Digital Hub yang menggabungkan layanan mandiri digital dan bantuan petugas di kantor cabang.
Baca juga: CIMB Niaga Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 6,7 Triliun
Pembiayaan Hijau dan UMKM Diperluas
CIMB Niaga mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 59,5 triliun atau 25 persen dari total pembiayaan. Hingga Desember 2025, sekitar 70 persen portofolio pembiayaan kelapa sawit telah tersertifikasi keberlanjutan.
Bank juga menurunkan emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 1 dan 2 sebesar 46 persen dibandingkan baseline 2019 melalui pemasangan panel surya dan efisiensi energi operasional.
“Pencapaian keberlanjutan kami dalam pembiayaan, dekarbonisasi, dan pemberdayaan masyarakat mencerminkan komitmen CIMB Niaga untuk tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Lani.