Bahlil Mau RI Tak Lagi Impor Solar, Avtur, dan Bensin RON 92-98 di 2027
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan keinginan tidak lagi mengimpor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar atau gasoil, avtur, maupun bensin atau gasoline pada 2027.
Hal itu diungkapkannya dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR pada hari ini, Kamis (22/1/2026).
Ambisi menyetop impor BBM itu didukung kebijakan mandatori biodiesel dan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Bahlil bilang, ke depannya Indonesia akan memfokuskan impor hanya pada minyak mentah (crude) sebagai bahan baku, sementara produk BBM diolah sepenuhnya di dalam negeri.
"Ini supaya kita tidak lagi terlalu banyak mengimpor produk (BBM), tapi nanti yang kita kedepankan impor adalah crude-nya," ucap dia.
Bahlil menuturkan, penerapan biodiesel saat ini sudah mencapai B40, yakni campuran 40 persen minyak sawit dan 60 persen solar, sehingga mampu menekan konsumsi solar nasional.
Kini total konsumsi solar nasional berada di kisaran 38-39 juta kiloliter per tahun.
Menurutnya, melalui kebijakan biodiesel yang dibarengi beroperasinya RDMP Balikpapan, kebutuhan solar nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri. Bahkan, Indonesia berpotensi mengalami surplus sekitar 1,4 juta kiloliter (KL).
"Oleh karena kita surplus 1,4 juta KL, maka 2026 kita tidak lagi melakukan impor solar," ucap Bahlil.
Ia menuturkan, impor solar CN 48 akan dihentikan mulai awal 2026, kemudian berlanjut ke solar CN 51 pada semester II 2026.
Selain solar, impor bahan bakar pesawat atau avtur juga akan disetop. Bahlil mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendorong PT Pertamina (Persero) untuk mengkonversi surplus solar 1,4 juta KL tersebut menjadi bahan baku avtur.
Kemudian, direncanakan pula penghentian impor bensin jenis RON 92, 95, dan 98. Hal ini seiring dengan RDMP Balikpapan akan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas produksinya hingga RON 98.
"Jadi yang tinggal kita impor itu yang RON 90 saja, yang untuk subsidi," ucap dia.
Dengan langkah tersebut, pada 2027 Indonesia diharapkan tidak lagi mengimpor BBM jenis solar baik CN48 maupun CN51, avtur, serta bensin RON 92, 95, dan 98.
"Ini agar 2027 betul-betul kita sudah tidak melakukan impor avtur, solar, kemudian bensin yang RON 92, 95, 98," pungkas Bahlil.