Harga Emas Dunia Turun Usai Trump Batalkan Tarif Eropa
– Harga emas dunia melemah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa dan menyatakan telah tercapai “kerangka kesepakatan di masa depan” terkait Greenland.
Mengutip Bloomberg, Kamis (22/1/2026), harga emas batangan sempat turun hingga 1 persen pada perdagangan awal, setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut dan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di atas 4.887 dollar AS.
Trump mengumumkan kerangka kesepakatan Greenland tersebut melalui media sosial usai bertemu Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte. Namun, Trump tidak merinci lebih lanjut isi kesepakatan tersebut.
Meredanya ketegangan geopolitik turut mendorong penguatan dollar AS. Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mencerminkan kekuatan mata uang AS terhadap sejumlah mata uang utama, tercatat naik 0,1 persen.
Seiring dengan penguatan dollar AS, harga emas turun 0,8 persen menjadi 4.793,96 dollar AS per troy ons pada pukul 07.36 waktu Singapura.
Tekanan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak turun 1,3 persen ke level 91,86 dollar AS, sementara platinum dan palladium tercatat ikut melemah.
Harga emas sebelumnya cetak rekor
Sebelumnya, harga emas dunia melonjak tajam dan mencetak rekor baru pada perdagangan Rabu (waktu setempat). Harga emas sempat menembus level di atas 4.800 dollar AS per troy ons.
Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah aksi jual besar-besaran aset Amerika Serikat. Aksi jual tersebut terjadi seiring memanasnya ketegangan geopolitik antara AS dan NATO terkait Greenland.
Harga emas spot tercatat naik 2,6 persen ke level 4.885,11 dollar AS per troy ons pada pukul 06.33 GMT, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi intraday di 4.887,82 dollar AS.
Pada saat yang sama, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 2,6 persen ke posisi 4.888,20 dollar AS per troy ons.
Analis pasar senior Capital.com, Kyle Rodda, menilai lonjakan harga emas mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap Amerika Serikat.
Menurut Rodda, sentimen tersebut dipicu oleh langkah Presiden AS Donald Trump yang kembali menggulirkan kebijakan tarif terhadap negara-negara Eropa serta meningkatkan tekanan untuk menguasai Greenland.
“Ini adalah hilangnya kepercayaan terhadap AS yang disebabkan oleh langkah Trump selama akhir pekan, termasuk rencana tarif terhadap Eropa dan peningkatan tekanan untuk mengambil alih Greenland. Pergerakan harga emas mencerminkan kekhawatiran terhadap ketegangan geopolitik global,” ujar Rodda.
Pada Selasa, Trump menyatakan tidak akan mundur dari ambisinya untuk mengendalikan Greenland. Ia bahkan menolak mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan militer terhadap pulau Arktik tersebut dan melontarkan kritik keras terhadap sekutu-sekutu NATO.
Meski demikian, Trump kemudian menyatakan optimistis kesepakatan dapat dicapai. “Kami akan menemukan solusi di mana NATO akan sangat senang dan kami juga akan sangat senang,” kata Trump.
Di sisi lain, Presiden Perancis Emmanuel Macron menegaskan Eropa tidak akan tunduk pada tekanan atau intimidasi. Dalam pernyataannya di Davos, Macron mengkritik ancaman Trump terkait penerapan tarif tinggi terhadap negara-negara Eropa.
Sementara itu, Kepala pasar institusional global ABC Refinery, Nicholas Frappell, menyebut tembusnya harga emas di atas 4.800 dollar AS per troy ons memperkuat keyakinan pasar bahwa investor masih enggan melepas emas sebelum mencapai level psikologis 5.000 dollar AS.
“Kenaikan ini merupakan kombinasi dari faktor pendukung tradisional emas, seperti meningkatnya utang global, melemahnya dollar AS, dan ketidakpastian geopolitik,” ujar Frappell.
Tag: #harga #emas #dunia #turun #usai #trump #batalkan #tarif #eropa